BATU BARA | TEMPO TIMUR – Sejumlah Awak Media menyesalkan Sikap Manager Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Tanjung Tiram yang berada di Jalan Merdeka Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara yang tidak Koperatif saat dikonfirmasi terkait 3 ATM, Senin, (18/9/2023).
Padahal kedatangan kami hanya mengkonfirmasi tentang 3 Unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mana ada pengaduan warga telah mengalami kerugian saat menarik uang dari ATM, sebut Ucok salah satu Awak Media.
Sebelumnya saat masuk hendak mengkonfirmasi, terlebih dulu kami meminta Security atas nama Sugiarto untuk dapat menemukan dengan Manajer Bank BRI Tanjung Tiram. “Lalu saya bersama rekan-rekan lainya dipersilahkan masuk, tambah Ucok.
Namun sangat disayangkan, setiba di ruangan darurat Bank BRI justru yang hadir bukan Manajer melainkan seseorang yang mengaku sebagai Supervisor bernama Andika. Saat disoal dimana manajer, Andika bungkam dan diam seribu bahasa.
Tak hanya sebatas itu saat sejumlah awak Media melontarkan pertanyaan terkait mesin ATM mengapa setiap hari sabtu dan minggu mengalami rusak, tidak bisa menarik dan tidak bisa mentransfer, dan apakah ada kerjasama, terima fee dengan agen Brilink yang berada di samping Bank BRI.
Supervisor andika tidak berkata banyak hanya mengatakan, masalah jaringan, terkait kami terima fee itu tidak benar, hal ini tidak ada hubungan dengan agen brilink yang ditudingkan, kata Andika membantah.
Saat konfirmasi berlangsung diruang darurat Bank BRI, yang sempit, sempat memanas, pasalnya, supervisor dinilai tidak memliki etika , tanpa basa basi mengajak duduk atau memberi pelayanan yang baik kepada awak Media yang menjalankan tugasnya.
Dalam hal ini Supervisor dinilai tidak memiliki etika dan akhlak kepada sesama manusia.
Menurut salah satu Awak Media. Manajer Bank BRI Tanjung Tiram diduga sengaja kambing hitamkan supervisor untuk menemui Awak Media, sementara dirinya tidak berani untuk menemui Awak Media.
Terpisah, salah satu nasabah yang enggan disebut jati dirinya mengatakan, “Kenapa ya hampir setiap hari sabtu minggu ketiga mesin ATM milik Bank BRI unit Tanjung Tiram terus bermasalah, selain bermasalah tidak berfungsi lagi? Ada apa??”. Tanya nasabah dengan rasa kesal.
Permainan antara pengurus Bank BRI unit Tanjung Tiram dengan Agen Brilink, yang secara tidak langsung mengarahkan kami kesitu?”.
Jika kalau melalui Agen paling tidak setiap satu juta baik transfer atau tarik kami dikenakan biaya Rp.5000, semakin banyak kami kirim atau tarik semakin bertambah administrasi kami untuk pihak Agen Brilink, ini jadi pertanyaan ada apa dengan ATM BRI ini, tutup seorang sumber dari nasabah.
Sisi lain, Mobil pengantar uang Bank BRI di Tanjung Tiram tidak tahu aturan, parkir sembarangan di badan jalan protokol Jalan Merdeka, sehingga badan jalan menyempit, karena dikawal pihak keamanan, pengguna jalan lain tidak berani melawan. (Tim)























