BATU BARA | TEMPO TIMUR – Masyarakat Nelayan Tradisional Kabupaten Batu Bara mengeluhkan adanya Tank kerang yang kerap beroperasi didepan Perairan Laut Batu Bara, Senin (24/07/2023)
Menurut pengakuan masyarakat Nelayan Tradisonal Desa Dahari Indah kepada Media Tempotimur.com, saat ini Tank kerang beroperasi dibawah 1 mil dari bibir pantai, lebih parahnya lagi Tank Kerang beroperasi hingga ke bibir pantai depan bakau.
Hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah maupun Aparat penegak hukum yang memiliki wewenang di kelautan.
DisampaikanNya, Tank kerang dari Tanjung Balai sudah sangat Meraja Lela dan meresahkan masyarakat Nelayan Tradisional, selain merusak ekosistem laut, juga telah menghancurkan ekonomi masyarakat Nelayan Tradisional Kabupaten Batu Bara.
Untuk itu kami meminta Pemerintah dan Aparat Penegak hukum bertindak tegas dan menyelesaikan persoalan yang tak kunjung usai dari tahun ketahun, demi untuk kelanjutan masa depan Laut dan ekonomi masyarakat Nelayan Batu Bara.
“Saat ini ekonomi nelayan Kabupaten Batu Bara semakin sulit , hasil tangkap Nelayan tak lagi cukup menutupi biaya Operasional, untuk itu, Pemerintah harus bertindak tegas, ” pinta Muhammad Zen Warga Nelayan Desa Dahari Indah Kecamatan Talawi.
Senada diceritakan Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kecamatan Talawi, Zainal Arifin menyebutkan, Tank kerang yang beroperasi menggunakan cakar besi sehingga merusak dasar laut yang menyebabkan bibit bibit yang ada semua mati dan tak bisa lagi berkembang , ujarnya.
(Red/Tim)



















