Etika di Atas Senioritas

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

OPINI — Menjadi wartawan bukan hanya soal mengantongi kartu pers, membawa kamera, atau menyebut nama media. Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik, wartawan adalah profesi yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan keberanian untuk mencari serta menyampaikan fakta secara jujur, akurat, dan berimbang kepada publik. Kartu pers hanyalah alat kerja, bukan piagam yang membuat seseorang lebih hebat dari wartawan lain.

 

Pengalaman memang penting dalam jurnalistik. Namun pengalaman tidak boleh dipakai untuk merasa paling benar dan meremehkan rekan seprofesi. Wartawan yang profesional akan terus belajar, terbuka pada kritik, dan menjunjung tinggi kode etik. Sikap arogan dengan mengandalkan label “senior” justru bertentangan dengan semangat jurnalisme yang menjunjung persamaan dan saling menghormati.

Baca Juga  Etika Yang Terlambat Di Hadapan Bumi

 

Kode Etik Jurnalistik menegaskan bahwa wartawan bekerja untuk kepentingan publik, bukan untuk menyenangkan pejabat, penguasa, atau pemilik modal. Tugas utama kita adalah mencari, memverifikasi, mengolah, dan menyajikan informasi yang bermanfaat. Jurnalisme bukan panggung pencitraan. Setiap berita yang ditulis harus bisa dipertanggungjawabkan karena memiliki konsekuensi langsung pada kehidupan orang banyak.

 

Seorang wartawan wajib menghormati asas praduga tak bersalah, melakukan verifikasi informasi, dan memberikan hak jawab serta hak koreksi kepada pihak yang diberitakan. Satu kalimat yang ceroboh bisa merusak nama baik seseorang, sementara satu berita yang faktual bisa mencerahkan masyarakat. Karena itu integritas dan ketelitian adalah harga mati. Tanpa pengetahuan dan etika, kartu pers tidak ada artinya.

Baca Juga  Kini Aku Memilih Pergi

Pada akhirnya masyarakat tidak menilai wartawan dari tebalnya kartu pers yang dikantongi. Masyarakat menilai dari kualitas karya, kejujuran, keberanian, dan konsistensi menjaga kebenaran. Wartawan senior seharusnya membimbing, wartawan muda harus mau belajar. Mari kita jaga martabat profesi ini bersama. Karena menjadi wartawan sejati adalah tentang siapa yang paling mampu menjaga etika, kebenaran, dan kepercayaan publik.

 

 

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan
Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa
Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri
Jurnalis dan Nurani Kebenaran: Saat Pena Menjadi Cahaya Peradaban
Senja yang Pergi, Bulan yang Menemani

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:13 WIB

Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Berita Terbaru

Budaya

Warga Cirendeu dan Rempoa Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:46 WIB

You cannot copy content of this page