Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pulau Pandang (dok/Irwansyah Nasution)

Dalam sudut pandang pembangunan dari satu pemerintahan harus di bicarakan bagaimana urusan penataan di kemukakan sebagai bentuk pertanggung jawaban kekuasaan yang berjalan dimanapun dan kapanpun.Saat kekuasaan pemerintahan berjalan ia laksana mata jarum jam yang terus bergerak tanpa boleh terhenti untuk memastikan ketepatan waktu dalam pelayanan memutar hari siang dan malam.

Segenggam kekuasaan punya makna besar

tentang kewenangan

dan partisipasi.Urusan menata ruang dari yang kecil sampai yang besar.

Menentukan mana area konservasi, mana dermaga, mana kawasan wisata dan permukiman.

Segenggam keputusan begitu pentingnya hari ini,untuk jadi peta 20 tahun ke depan.Karena itu menata kekuasaan berarti menata tanggung jawab.

Ketika berbicara tentang pembangunan kawasan wisata Pulau Pandang dan Salah Namo di kabupaten Batu Bara Pertanyaan nya bisakah dua pulau tersebut di revitalisasi ulang ? Bagaimana dengan pembiayaannya ? apakah pulau tersebut memiliki potensi untuk kemanfaatan sumber pemasukan baru PAD sekaligus memberikan edukasi pembelajaran bagi kawasan wisata pesisir yang saat ini terlihat kehilangan gairah untuk bangkit dari keterpurukan karena tidak di bidani secara baik dan Profesional.?.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Dorong Pengembangan Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Pandangan ini perlu di kemukakan karena kedepan kabupaten Batu Bara layak mendapat peluang untuk bangkit mengingat pemerintah pusat mulai bergerak pada pemusatan penataan kawasan di berbagai wilayah Indonesia , termasuk wisata Pesisir yang punya nilai tersendiri.

Tentunya Kabupaten Batu Bara bukan saja dikenal soal dua pulau tersebut bahkan ditetapkan oleh pemerintah menjadi pusat Industri kepelabuhan beberapa tahun lalu khususnya di Kuala Tanjung menjadi pelabuhan super yang akan memberikan dampak impact bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Batu Bara.

Dapat dibayangkan jika kapal kapal dagang berlabuh di Kuala Tanjung dengan intensitas yang tinggi seperti Singapura misalnya atau Batam maka tak ayal lagi peluang untuk daerah kunjungan wisata di dua pulau tersebut akan berdampak daerah tujuan wisata nan eksotis selalu dilihat kapal kapal besar itu menjadi buah bibir saat melihat dua pulau itu sekembali ke negaranya masing masing.

Baca Juga  Terbongkar.! Agus Flores Akui Sering Koordinasi dengan Presiden

Lalu bagaimana kita mem prospek tantangan menjadi peluang dalam merevitalisasi dua pulau tersebut.?

Selama ini kita tahu Pemda Batu Bara sedang berburu menggali PAD jangan sampai kehilangan fokus pada tindakan kerena begitu banyak persoalan yang hendak di selesaikan akhirnya berputar putar dan kehilangan kesempatan melihat dua pulau tersebut sebatas maket wisata jika sudah di bangun lalu tindakan lanjutannya tidak dapat dipikirkan ujungnya banyak objek-objek dibuat tumbuh sebelum berkembang,ini karena persoalan mindset yang kaku serta egoisme yang berlebihan.

Keberanian Bupati Baharudin menunjukkan ke publik Batu Bara untuk ekplorasi dan merevitalisasi Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo sangat berpengaruh untuk memperkenalkan Batu Bara ke tingkat Nasional bahkan dunia, peluang itu terbuka mengingat potensi itu akan tercipta dengan sendirinya akibat efek Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan mendunia, seperti pulau Lombok dan Belitung menjadi pulau eksotis kawasan resor kelas dunia yang dapat jadi acuan pulau Pandang dan Pulau Salah Namanya di kabupaten Batu Bara.Dont waitill to morrow what you can do to day.

Baca Juga  Keangkuhan yang Hancur demi Cinta Seorang Wanita

 

Penulis : Direktur LKPI Irwansyah Nasution

Berita Terkait

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya
Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau
Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani
“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”
Teduhnya Penantian di Bawah Langit Malam

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:57 WIB

Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terbaru

Opini

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Senin, 15 Jun 2026 - 10:05 WIB

You cannot copy content of this page