
Dalam sudut pandang pembangunan dari satu pemerintahan harus di bicarakan bagaimana urusan penataan di kemukakan sebagai bentuk pertanggung jawaban kekuasaan yang berjalan dimanapun dan kapanpun.Saat kekuasaan pemerintahan berjalan ia laksana mata jarum jam yang terus bergerak tanpa boleh terhenti untuk memastikan ketepatan waktu dalam pelayanan memutar hari siang dan malam.
Segenggam kekuasaan punya makna besar
tentang kewenangan
dan partisipasi.Urusan menata ruang dari yang kecil sampai yang besar.
Menentukan mana area konservasi, mana dermaga, mana kawasan wisata dan permukiman.
Segenggam keputusan begitu pentingnya hari ini,untuk jadi peta 20 tahun ke depan.Karena itu menata kekuasaan berarti menata tanggung jawab.
Ketika berbicara tentang pembangunan kawasan wisata Pulau Pandang dan Salah Namo di kabupaten Batu Bara Pertanyaan nya bisakah dua pulau tersebut di revitalisasi ulang ? Bagaimana dengan pembiayaannya ? apakah pulau tersebut memiliki potensi untuk kemanfaatan sumber pemasukan baru PAD sekaligus memberikan edukasi pembelajaran bagi kawasan wisata pesisir yang saat ini terlihat kehilangan gairah untuk bangkit dari keterpurukan karena tidak di bidani secara baik dan Profesional.?.
Pandangan ini perlu di kemukakan karena kedepan kabupaten Batu Bara layak mendapat peluang untuk bangkit mengingat pemerintah pusat mulai bergerak pada pemusatan penataan kawasan di berbagai wilayah Indonesia , termasuk wisata Pesisir yang punya nilai tersendiri.
Tentunya Kabupaten Batu Bara bukan saja dikenal soal dua pulau tersebut bahkan ditetapkan oleh pemerintah menjadi pusat Industri kepelabuhan beberapa tahun lalu khususnya di Kuala Tanjung menjadi pelabuhan super yang akan memberikan dampak impact bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Batu Bara.
Dapat dibayangkan jika kapal kapal dagang berlabuh di Kuala Tanjung dengan intensitas yang tinggi seperti Singapura misalnya atau Batam maka tak ayal lagi peluang untuk daerah kunjungan wisata di dua pulau tersebut akan berdampak daerah tujuan wisata nan eksotis selalu dilihat kapal kapal besar itu menjadi buah bibir saat melihat dua pulau itu sekembali ke negaranya masing masing.
Lalu bagaimana kita mem prospek tantangan menjadi peluang dalam merevitalisasi dua pulau tersebut.?
Selama ini kita tahu Pemda Batu Bara sedang berburu menggali PAD jangan sampai kehilangan fokus pada tindakan kerena begitu banyak persoalan yang hendak di selesaikan akhirnya berputar putar dan kehilangan kesempatan melihat dua pulau tersebut sebatas maket wisata jika sudah di bangun lalu tindakan lanjutannya tidak dapat dipikirkan ujungnya banyak objek-objek dibuat tumbuh sebelum berkembang,ini karena persoalan mindset yang kaku serta egoisme yang berlebihan.
Keberanian Bupati Baharudin menunjukkan ke publik Batu Bara untuk ekplorasi dan merevitalisasi Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo sangat berpengaruh untuk memperkenalkan Batu Bara ke tingkat Nasional bahkan dunia, peluang itu terbuka mengingat potensi itu akan tercipta dengan sendirinya akibat efek Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan mendunia, seperti pulau Lombok dan Belitung menjadi pulau eksotis kawasan resor kelas dunia yang dapat jadi acuan pulau Pandang dan Pulau Salah Namanya di kabupaten Batu Bara.Dont waitill to morrow what you can do to day.
Penulis : Direktur LKPI Irwansyah Nasution















