KNPI Papua Barat: Wacana Pembubaran MRP Harus Dikaji Hati-hati

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Manokwari — Ketua DPD KNPI Papua Barat Dr. Samy Dj Saiba, M.Si menilai wacana pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP) perlu disikapi secara hati-hati karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam melindungi hak-hak Orang Asli Papua (OAP).

Pernyataan itu disampaikan Samy Dj Saiba saat dikonfirmasi Tempo.Timur.com, Jumat (13/3/2026) pukul 14.21 WIT, menanggapi munculnya berbagai wacana politik yang mempertanyakan keberadaan MRP.

Menurutnya, MRP bukan sekadar lembaga administratif daerah, melainkan institusi yang lahir dari kesepakatan politik nasional melalui Undang-Undang Otonomi Khusus Papua untuk memastikan perlindungan terhadap hak dasar Orang Asli Papua.

“MRP memiliki karakter yang berbeda dengan lembaga politik lainnya. Lembaga ini bukan legislatif seperti DPRD dan bukan pula lembaga eksekutif seperti pemerintah daerah,” kata Samy.

Baca Juga  YTM Dato' Mohd Zaki Ajak M2KNBB Memiliki Prinsip dan Menjaga Marwah Melayu

Ia menjelaskan, MRP merupakan representasi kultural masyarakat Papua yang terdiri dari unsur adat, agama, dan perempuan.

Fungsi utamanya adalah memberikan pertimbangan serta memastikan setiap kebijakan pembangunan di Tanah Papua tetap menghormati identitas, budaya, dan hak dasar masyarakat adat.

Karena itu, MRP dinilai berperan penting sebagai jembatan antara negara dan masyarakat adat Papua.

Namun, Samy mengakui bahwa dalam praktiknya kewenangan MRP masih relatif terbatas. Sebagian besar peran lembaga tersebut bersifat konsultatif dan belum memiliki kekuatan keputusan yang mengikat.

Di sisi lain, berbagai kebijakan daerah tetap harus mengikuti regulasi nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Dari sisi pembiayaan, MRP juga masih bergantung pada kemampuan fiskal daerah melalui APBD.

Baca Juga  Perayaan Natal Persekutuan Umat Kristiani Sumut 2023 Dihadiri Deputi Kemenko PMK

Dengan kondisi tersebut, Samy menilai langkah yang diperlukan bukan pembubaran MRP, melainkan penguatan kelembagaan agar lembaga itu mampu menjalankan mandatnya secara lebih efektif.

“Jika MRP dibubarkan, hal itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman baru di tengah masyarakat Papua karena lembaga ini merupakan simbol pengakuan negara terhadap eksistensi Orang Asli Papua,” ujarnya.

Ia juga menilai Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memiliki peran penting dalam memperkuat posisi MRP di tingkat nasional.

Menurutnya, anggota DPD RI dari Tanah Papua seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan penguatan regulasi, dukungan anggaran, serta sinkronisasi kebijakan nasional dengan aspirasi masyarakat adat.

“Pembangunan Papua tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap identitas dan martabat masyarakat adat,” kata Samy.

Baca Juga  KNPI Papua Barat Prihatin atas Pemukulan Pengurus, Percayakan Penanganan Kasus kepada Kapolda

Sebagai Ketua DPD KNPI Papua Barat, ia menilai penguatan kelembagaan MRP juga penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Papua terhadap negara.

Samy menekankan perlunya dialog konstruktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPD RI, serta seluruh elemen masyarakat Papua untuk memperkuat fungsi MRP.

“Papua membutuhkan institusi yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan nasional dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Dalam konteks itu, MRP merupakan salah satu pilar penting,” katanya.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

DPC HNSI Batu Bara Serahkan Enam SK Rukun Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus
Waspada Abu Vulkanik! Semut Tangsel Bagikan 3.000 Masker ke Warga
Melerai Perkelahian, Anggota Bapera Batu Bara Dibacok Senjata Tajam: Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Tim Hanif Kunjungi Perpustakaan SMAN 3, Dorong Kemajuan Pendidikan di Kota Tanjung Balai
Grib Jaya Klaim Siapkan 3.000 Anggota untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Warga Cirendeu dan Rempoa Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81
Bapera Medang Deras dan Mahasiswa KKN Al-Azhar Bersihkan Jalan dan Gorong-Gorong
KNPI Papua Barat Gelar Renungan Malam dan Kibarkan 1.000 Bendera Merah Putih

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:28 WIB

DPC HNSI Batu Bara Serahkan Enam SK Rukun Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus

Minggu, 6 September 2026 - 18:02 WIB

Waspada Abu Vulkanik! Semut Tangsel Bagikan 3.000 Masker ke Warga

Kamis, 3 September 2026 - 00:38 WIB

Melerai Perkelahian, Anggota Bapera Batu Bara Dibacok Senjata Tajam: Pelaku Langsung Diringkus Polisi

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Tim Hanif Kunjungi Perpustakaan SMAN 3, Dorong Kemajuan Pendidikan di Kota Tanjung Balai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Grib Jaya Klaim Siapkan 3.000 Anggota untuk Jaga Stabilitas Jakarta

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page