Fakfak — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak menggelar rapat koordinasi Posko Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 bersama sejumlah unsur maritim di Pelabuhan Fakfak, Papua Barat, guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain KSOP Kelas IV Fakfak, PT Pelindo Fakfak, PT PELNI Fakfak, Polisi Militer (PM), TNI AL, Kapolsek Kawasan Pelabuhan dan Pelabuhan (KP3), Balai Kesehatan Kekarantinaan, Balai Karantina Hewan, operator pelayaran PT SPIL, serta sejumlah operator pelayaran lainnya.
Kepala KSOP Kelas IV Fakfak, Rudi, S.Sos, dalam pertemuan tersebut mengimbau seluruh pihak untuk mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026, termasuk program mudik gratis di sejumlah wilayah serta kebijakan diskon tarif transportasi sebagai stimulus bagi masyarakat.
“Seluruh pihak diminta memperhatikan faktor keselamatan dan pelayanan agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa aman, nyaman, dan lancar,” ujar Rudi.
Sementara itu, pihak PT Pelindo Fakfak memastikan fasilitas di terminal penumpang akan dioptimalkan guna menunjang kelancaran arus penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Kepala PT PELNI Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu pagi (11/3/2026) pukul 09.50 WIT, menyampaikan bahwa PELNI telah menyiapkan sejumlah kapal untuk melayani penumpang yang melalui Pelabuhan Fakfak.
“PT PELNI sebagai operator kapal penumpang mengoperasikan tujuh kapal yang akan singgah di Pelabuhan Fakfak selama masa angkutan Lebaran 2026,” jelas Agus.
Adapun kapal-kapal tersebut yakni KM Sangiang, KM Tatamailau, KM Dobonsolo, KM Labobar, KM Sabuk Nusantara 42, KM Sabuk Nusantara 75, dan KM Sabuk Nusantara 96.
Selain itu, PELNI juga melakukan penyesuaian rute dan jadwal pelayaran dengan menambah sejumlah pelabuhan tujuan dari Fakfak, di antaranya Sorong, Manokwari, Serui, Nabire, hingga Jayapura.
Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru terkait rute dan jadwal kapal melalui website resmi PELNI, aplikasi Pelni Mobile, maupun media sosial resmi PELNI.
Dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, PELNI bersama pemerintah juga memberikan diskon stimulus sebesar 30 persen untuk tarif dasar tiket kapal pada seluruh rute dan tujuan. Program ini berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026, selama kuota tiket masih tersedia.
Namun demikian, PELNI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan tiket yang marak terjadi menjelang musim mudik.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membeli tiket melalui calo. Nama penumpang pada tiket harus sesuai dengan identitas diri yang digunakan saat perjalanan,” tegas Agus.
Selain itu, penumpang juga diingatkan untuk mematuhi ketentuan bagasi, yakni batas maksimal bagasi gratis sebesar 40 kilogram per penumpang, serta tidak membawa barang berbahaya atau barang yang dilarang di atas kapal.
Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi peredaran tiket palsu dengan memeriksa keaslian tiket melalui laman resmi PELNI di https://www.pelni.co.id/cek-pemesanan.
Dari sisi keamanan, unsur TNI Angkatan Laut juga akan menambah personel guna membantu pengamanan selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Pelabuhan Fakfak.
Dengan sinergi seluruh instansi terkait, diharapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K




















