Benahi Pendidikan Fakfak, Kadisdikpora Saleh Hindom Fokus Tiga Program Prioritas

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak mulai melakukan pembenahan menyeluruh di bawah kepemimpinan Saleh Hindom, pasca dilantik oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara bersama Tempo.Timur.com di Fakfak, Selasa (27/1/2026), Saleh Hindom menegaskan bahwa pihaknya menetapkan tiga program prioritas yang wajib dieksekusi secara serius dalam beberapa tahun ke depan demi menyelamatkan dan memperkuat sektor pendidikan di Fakfak.

“Ada tiga program besar yang harus segera dituntaskan. Pertama, program yang menyangkut langsung keberlangsungan pendidikan, khususnya pendistribusian biaya SPP mahasiswa Fakfak. Jika ini tidak dikelola dengan baik, maka masa depan pendidikan anak-anak Fakfak terancam,” tegas Saleh.

Baca Juga  Kabid GTK Fakfak: Pelatihan KKA 2025 Dukung Guru dan Siswa Hadapi Era Digital

Program prioritas kedua, lanjut Saleh, adalah pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa, seperti buku pelajaran, seragam, sepatu, hingga perlengkapan penunjang lainnya.

“Kalau kebutuhan dasar ini diabaikan, maka aktivitas belajar mengajar di sekolah maupun kampus akan terganggu. Ini tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya.

Sementara itu, fokus ketiga adalah penanganan persoalan yang berdampak pada fasilitas pendidikan, khususnya kasus palang-memalang yang kerap menghambat proses belajar mengajar.

“Persoalan palang-memalang harus ditangani secara serius. Jika tidak diselesaikan dengan baik, maka aktivitas pendidikan bisa lumpuh,” kata Saleh.

Ia mengungkapkan, sejak awal menjabat, dirinya telah menemukan sejumlah persoalan krusial di lapangan. Salah satunya adalah pemalangan SD Inpres III Dulanpokpok.

Baca Juga  Pj. Bupati Nizhamul Hadiri Batu Bara Bangkit Fashion Week

“Saat itu saya masih berada di Kampus Polinef, namun langsung turun ke lokasi dan menyelesaikan persoalan pemalangan tersebut. Puji Tuhan, proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ungkapnya.

Namun demikian, Saleh menegaskan bahwa persoalan palang-memalang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan penyelesaian menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan pembayaran tanah adat serta perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

“Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, agar dunia pendidikan di Fakfak tidak terus-menerus menjadi korban persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

25 Kampung di Merdey Keluhkan Layanan Pendidikan, Pemerintah Diminta Tak Abai
Beasiswa Kedokteran OAP Rp100 Juta Dibuka
UNCRI Buka S2 Hukum
Prabowo Gaspol Investasi Pendidikan, Tegaskan Masa Depan Bangsa Dimulai dari Sekolah
Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Batu Bara Raih Gelar Doktor di UINSU
Kadis Pendidikan Papua Barat: Sekolah Jangan Pasif, Wajib Dukung Pesparawi
Implementasi Program Satu Sekolah Satu Produk di NTT dorong Kewirausahaan Siswa
UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Targetkan Akreditasi Unggul pada 2028

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:22 WIB

25 Kampung di Merdey Keluhkan Layanan Pendidikan, Pemerintah Diminta Tak Abai

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Beasiswa Kedokteran OAP Rp100 Juta Dibuka

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

UNCRI Buka S2 Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 09:57 WIB

Prabowo Gaspol Investasi Pendidikan, Tegaskan Masa Depan Bangsa Dimulai dari Sekolah

Rabu, 29 April 2026 - 09:54 WIB

Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Batu Bara Raih Gelar Doktor di UINSU

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page