Fakfak l TempoTimur.com
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, S.Pd., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kerukunan serta toleransi antar umat beragama menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan 1448 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan Ali Hindom saat dikonfirmasi Jurnalis TempoTimur.com melalui aplikasi WhatsApp, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.40 WIT.
Ia menegaskan bahwa kerukunan yang terbangun di Fakfak telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama dan merupakan warisan berharga para leluhur.
“Kerukunan yang dibangun di Fakfak telah menjadi cara hidup masyarakat.
Nilai kebersamaan ini, yang dikenal dengan semboyan Idu-idu Maninina, mungkin tidak mudah ditemukan di daerah lain,” ujar Ali Hindom.
Menurutnya, beberapa hari ke depan umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadan dan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat beragama di Fakfak untuk saling menghormati, saling menjaga, dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif.
Ia menjelaskan bahwa selama Ramadan, umat Islam akan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah, seperti puasa di siang hari, salat tarawih, salat lima waktu, serta pengajian Al-Qur’an yang berlangsung di masjid dan surau.
“Mudah-mudahan seluruh ibadah yang dilaksanakan di bulan suci Ramadan ini mendapat rahmat dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Ali Hindom menegaskan bahwa Fakfak dikenal dengan filosofi satu tungku tiga batu yang mencerminkan persatuan dan persaudaraan antara umat Islam, Kristen, dan Katolik. Filosofi tersebut diperkuat oleh adat istiadat, peran tokoh agama, serta dukungan pemerintah.
Ia mencontohkan bahwa di Fakfak, dalam satu keluarga besar dapat hidup pemeluk agama yang berbeda, namun tetap rukun dan saling menghormati. “Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masyarakat Fakfak telah hidup berdampingan sejak sebelum Indonesia merdeka, melewati masa penjajahan, hingga bersama-sama membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tanah Papua, dan Kabupaten Fakfak sebagai daerah yang aman, beriman, dan penuh toleransi.
Menutup pernyataannya, Ali Hindom mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
“Mari kita jaga Fakfak sebagai kota yang aman, damai, dan penuh toleransi, serta saling mendoakan agar seluruh umat diberkati dan amal ibadah diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw





















