Wacana Pilkada DPRD: Efisiensi vs Demokrasi Langsung

- Penulis

Senin, 29 Desember 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TempoTimur — Saat ini, kepala daerah di Indonesia seperti gubernur, bupati, dan wali kota dipilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat, bukan oleh DPRD. Namun, wacana pemilihan oleh DPRD muncul kembali belakangan ini sebagai usulan untuk efisiensi biaya dan proses, didasarkan pada fleksibilitas UUD 1945 yang tidak secara eksplisit mewajibkan pemilihan langsung.

Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 menyatakan bahwa kepala daerah dipilih secara demokratis, yang selama ini diinterpretasikan sebagai pemilihan langsung berdasarkan UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Pemilihan langsung diterapkan sejak UU No. 32 Tahun 2004 untuk meningkatkan akuntabilitas langsung kepada rakyat.

Usulan pemilihan oleh DPRD didukung oleh beberapa pihak seperti Partai Gerindra dan Menteri Dalam Negeri, yang menilai lebih efisien, mengurangi biaya kampanye mahal, dan tetap demokratis karena DPRD sebagai wakil rakyat. Namun, beberapa pihak menolak karena dianggap kemunduran demokrasi dan berpotensi mengurangi legitimasi kepala daerah.

Baca Juga  Lomba Poco-Poco Lansia Meriahkan HUT ke-80 RI di Fakfak Meski Diguyur Hujan

Presiden Prabowo Subianto sempat menyentuh isu biaya tinggi pilkada langsung, sementara PKB juga mengusulkan skema serupa untuk percepatan pembangunan. Sistem ini belum diterapkan dan masih menjadi perdebatan, dengan pertanyaan besar: apakah pemilihan oleh DPRD lebih efektif atau justru mengancam demokrasi?.

 

Penulis : R. Ramadhan

Berita Terkait

Rumiadi: Selter Sekda Murung Raya Harus Hasilkan Figur Terbaik
DPRD Murung Raya Serahkan Raperda, Perkuat Regulasi dan Pelayanan Publik
Pemkab Murung Raya Perkuat Regulasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Polsek Permata Intan Tingkatkan Pencegahan Karhutla di Tumbang Lahung
Perkuat Pencegahan Karhutla, BKO Lemdiklat Polri Sambangi Jemaat Gereja GKE Andohon Iman Desa Tahujan Ontu
Polres Murung Raya Bersama BPBD Intensifkan Patroli Pencegahan Karhutla Di Wilayah Rawan Kebakaran
RSUD Puruk Cahu Jalani Simulasi Akreditasi Tingkatkan Mutu Pelayanan
Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:15 WIB

Rumiadi: Selter Sekda Murung Raya Harus Hasilkan Figur Terbaik

Selasa, 1 September 2026 - 23:30 WIB

DPRD Murung Raya Serahkan Raperda, Perkuat Regulasi dan Pelayanan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 23:27 WIB

Pemkab Murung Raya Perkuat Regulasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Polsek Permata Intan Tingkatkan Pencegahan Karhutla di Tumbang Lahung

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Perkuat Pencegahan Karhutla, BKO Lemdiklat Polri Sambangi Jemaat Gereja GKE Andohon Iman Desa Tahujan Ontu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page