Billy Mambrasar Temui Pemerintah Inggris, minta Investasi ke sektor Coklat di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta — Billy Mambrasar, putra asli Papua yang kini menjabat sebagai Anggota Komite Eksekutif Presiden RI untuk OTSUS Papua, sekaligus Peneliti Kebijakan Ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN di Batam, temui langsung The Secretary of Climate Change and Low Carbon Policy, sekaligus para ahli investasi komoditas berkelanjutan kedutaan besar Inggris, dan memperkenalkan sektor cocoa di Papua dan meminta untuk peningkatan investasi langsung dari Eropa, khususnya para investor Inggris di sektor ini.

Pertemuan tersebut berlangsung selama 2 jam di ruang rapat Utama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang akan langsung di tindak lanjuti oleh Billy Mambrasar bersama timnya. Salah satunya adalah mempertemukan langsung Investor dari Inggris dengan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen yang sedianya akan dilaksanakan di tanggal 19 Januari 2026 nanti.

Baca Juga  INALUM Laksanakan RUPS Tahun Buku 2023, Persiapkan Percepatan Hilirisasi Aluminium Nasional

Hal ini dalam rangka mendukung visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan investasi di sektor pertanian sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan ekonomi Papua, termasuk didalamnya hilirasi pertanian. Salah satunya adalah investasi dalam komoditas unggulan daerah , yang permintaan globalnya cukup tinggi, seperti coklat dan kopi yang pengembangannya diarahkan untuk memiliki nilai tambah, berdaya saing global, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Papua memiliki potensi kakao yang sangat besar. Yang kita dorong hari ini bukan sekadar produksi, tetapi penguatan ekosistem dari hulu ke hilir agar kakao Yapen bisa masuk ke rantai pasok global secara berkelanjutan,” ujar Billy Mambrasar.

Berdasarkan data daerah, ada total hampir 1,000 hektar yang akan dikembangkan di Kepulauan Yapen, mulai dari kawasan Rosbori–Windesi di Distrik Windesi yang akan menyumbang sekitar 56 persen produksi kakao Kepulauan Yapen, meski hanya mencakup sekitar 16 persen luas lahan kakao. Kondisi ini menunjukkan produktivitas tinggi yang dinilai layak dikembangkan sebagai sentra kakao fermentasi berkualitas ekspor.

Baca Juga  Perkuat Keuangan Syariah, Lapas Labuhan Ruku Gandeng BSI untuk Menerapkan Sistem Koperasi Syariah

Billy menegaskan, pengembangan kakao harus berbasis pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

“Kerja sama dengan Pemerintah Inggris kami arahkan untuk transfer pengetahuan, peningkatan kualitas, akses pembiayaan, dan pembukaan pasar. Tujuannya agar petani Papua tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi memperoleh nilai tambah yang adil,” ujarnya.

Langkah ini mendapat dukungan dari Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roy Palunga, yang berkomitmen menjadikan kakao sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Inggris menyatakan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama di sektor komoditas berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional ini diharapkan memperkuat posisi kakao Papua di pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Arus Balik Meledak di Fakfak, KM Tatamailau dan KM Labobar Dipenuhi Penumpang

Hubungan antara Billy Mambrasar dengan Pemerintah Inggris bukanlah hal yang baru. Billy memiliki rekam jejak pendidikan internasional, termasuk pernah mengenyam pendidikan di dua institusi terkemuka di Inggris, yakni University of London – London School of Economics (LSE), tempatnya menyelesaikan gelar sarjananya yang kedua, serta University of Oxford, di mana ia pernah menempuh pendidikan postgraduatenya. Selain itu, Billy pernah bekerja hingga managerial level di Perusahaan Energi asal Inggris, British Petroleum, sebelum terjun ke dunia ekonomi, investasi, dan kebijakan public. Latar belakang akademik dan professional tersebut turut memperkuat kapasitas Billy dalam menjembatani kerja sama internasional, khususnya dalam mendorong diplomasi ekonomi dan investasi berkelanjutan bagi Papua.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Arus Balik Meledak di Fakfak, KM Tatamailau dan KM Labobar Dipenuhi Penumpang
Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah
Silas Warfandu Ajak Masyarakat Menjaga Pelabuhan Fakfak Tetap Aman Tertib, dan Bebas Pungli.
Lapas Labuhan Ruku Resmikan Gerai Produk UMKM di Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan
Pelindo Fakfak Siap Hadapi Angkutan Lebaran 2026
Komisi VI DPR RI Tinjau Smelter Aluminium Mempawah dan SGAR Fase II, Kawal Hilirisasi Nasional
INALUM Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional melalui Pengembangan Terintegrasi Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:32 WIB

Arus Balik Meledak di Fakfak, KM Tatamailau dan KM Labobar Dipenuhi Penumpang

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:41 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:24 WIB

Silas Warfandu Ajak Masyarakat Menjaga Pelabuhan Fakfak Tetap Aman Tertib, dan Bebas Pungli.

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:58 WIB

Lapas Labuhan Ruku Resmikan Gerai Produk UMKM di Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan

Senin, 2 Maret 2026 - 10:42 WIB

Pelindo Fakfak Siap Hadapi Angkutan Lebaran 2026

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page