Kepemudaan Gereja dan Sebuah Pengabdian yang Sunyi

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dalam sebuah organisasi kepemudaan gereja, jabatan ketua bukanlah sekadar gelar, melainkan panggilan untuk melayani. Ada seorang ketua pemuda yang diangkat dengan penuh harapan, namun dalam perjalanan pengabdiannya, ia sering merasa berjalan sendiri.

Ia bukan tidak bekerja. Di balik layar, ia berusaha keras mencari dana agar kas pemuda tetap hidup, agar setiap kegiatan bisa berjalan tanpa membebani siapa pun. Tanggung jawabnya ia jalani dengan kesadaran, meski tidak selalu terlihat oleh mata banyak orang.

Memang, kehadirannya dalam ibadah pemuda tidak selalu lengkap. Profesi sebagai seorang jurnalis menuntut waktu, tenaga, dan komitmen yang tidak sedikit. Namun ketidakhadiran itu bukan karena ketidakpedulian, melainkan karena pergulatan antara tugas pekerjaan dan panggilan pelayanan.

Baca Juga  Strategi Perempuan Narsisis: Permainan Halus yang Mematikan

Dalam keterbatasan itu, ia tetap berupaya memberi yang terbaik, memastikan roda kepemudaan tetap berputar.

Sayangnya, usaha yang dilakukan dalam diam sering kali kalah oleh penilaian yang lahir dari ketidaktahuan. Ia lebih sering disalahkan daripada dipahami. Dedikasi di balik layar jarang dihargai, sementara kekurangan kecil diperbesar menjadi kesalahan.

Di sinilah makna organisasi seharusnya diuji: bukan untuk menjatuhkan sesama dengan cerita yang dibangun di belakang layar, apalagi dengan cara yang tidak wajar, tetapi untuk saling menguatkan, saling menegur dengan kasih, dan belajar melihat pelayanan dari berbagai sudut pandang.

Organisasi bukan tentang siapa yang paling sering terlihat, melainkan tentang siapa yang setia bekerja, meski tanpa tepuk tangan. Dan kepemimpinan sejati bukanlah soal pujian, tetapi ketulusan untuk tetap melayani, bahkan ketika pengorbanan itu tidak dipahami.

Baca Juga  Perubahan Pesta Tapai dan Silaturrahmi Islam

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini
Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia
Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”
Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya
Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah
Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?
Gagasan Pemekaran Provinsi SUMPIT itu Gak Bisa Ujug – Ujug
Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:44 WIB

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini

Kamis, 30 April 2026 - 11:15 WIB

Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia

Minggu, 26 April 2026 - 16:39 WIB

Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”

Sabtu, 25 April 2026 - 16:39 WIB

Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya

Minggu, 19 April 2026 - 09:23 WIB

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page