Etika Yang Terlambat Di Hadapan Bumi

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

TempoTimur — Air mata tidak pernah menjadi mata uang yang dapat menawar murka bumi. Alam tidak mengenal belas kasihan emosional;ia hanya mengenal sebab dan akibat yang bekerja sunyi namun pasti.

Tangisan manusia, betapapun pilunya,
tidak membatalkan hukum kehidupan
yang telah kita langgar dengan sadar.
Setiap pohon yang ditebang tanpa kebijaksanaan,setiap sungai yang diracun oleh keserakahan,adalah keputusan moral yang kelak menuntut pertanggungjawaban.

Hutan yang dibantai tidak bangkit oleh penyesalan yang datang terlambat.

Penyesalan hanyalah pengakuan batin
bahwa kita telah gagal menjaga keseimbangan.Namun pengakuan tanpa perubahan tak lebih dari pembenaran yang halus.

Dalam filsafat kehidupan,manusia bukan penguasa mutlak bumi,melainkan makhluk etis yang diberi akal untuk membatasi diri.
Ketika batas itu dilanggar,alam tidak menghukum—alam hanya mengembalikan akibat dari pilihan yang kita buat sendiri.

Baca Juga  Pembangunan yang Melupakan Akar

Maka, yang dituntut bukan rasa iba sesaat, melainkan kesadaran yang bertumbuh menjadi tanggung jawab.Sebab di hadapan bumi,yang terlambat bukan hanya penyesalan,tetapi juga kebijaksanaan manusia itu sendiri.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini
Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia
Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”
Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya
Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah
Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?
Gagasan Pemekaran Provinsi SUMPIT itu Gak Bisa Ujug – Ujug
Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:44 WIB

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini

Kamis, 30 April 2026 - 11:15 WIB

Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia

Minggu, 26 April 2026 - 16:39 WIB

Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”

Sabtu, 25 April 2026 - 16:39 WIB

Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya

Minggu, 19 April 2026 - 09:23 WIB

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page