BATU BARA — Kemeriahan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-VII Kabupaten Batu Bara kembali memukau ribuan pasang mata pada Jumat, 14/11/2025 malam. Lapangan sepak bola Inderapura, Kelurahan Indrasakti, Kecamatan Air Putih, disesaki sekitar 1.000 pengunjung yang antusias menyaksikan penampilan Etnis Melayu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya terbesar di daerah tersebut.
Acara semakin semarak dengan kehadiran Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., didampingi Wakil Bupati Syafrizal SE., MS.i yang dalam prosesi adat tampak bak Dato’ zaman kerajaan Melayu ketika dipasangkan kain songket dan menjalani prosesi tepung tawar.
Tokoh Penting turut Meriahkan Acara tersebut seperti hadirnya Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson Hotasi Hasian Nainggolan, S.H., M.H. diwakili Kabag Ops Kompol Zulham, S.H., M.H., bersama para pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Selain itu hadir pula, Ka BNN Batu Bara AKBP Arnis Syafni Yanti, S.E., M.M, Perwakilan Dandim 0208/AS Kapten Inf Parma Pasaribu, Ketua DPRD sekaligus Ketua MABMI M. Safii, S.H, Ketua KPU Batu Bara Erwin, S.Sos, Para ketua etnis dari berbagai suku serta para camat, kepala dinas, dan tokoh masyarakat.
Begitu banyaknya unsur etnis dan pejabat yang hadir menjadikan PSBD bukan sekadar ajang seni, melainkan simbol persatuan lintas budaya di Batu Bara.
Acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia yang menekankan pentingnya PSBD sebagai ruang silaturahmi antar-etnis di Kabupaten Batu Bara.
Senandung Batu Bara membuka suasana malam yang semakin semarak. Disusul sambutan Ketua DPRD dan Ketua MABMI, M. Safii, S.H., yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan adat, budaya, serta menjadikan PSBD sebagai wadah komunikasi dan persaudaraan.
Prosesi pemasangan kain songket kepada Bupati dan tepung tawar menjadi momen paling sakral. Dengan balutan songket khas Melayu, sosok Bupati pun tampak bak Dato’ yang tengah disambut dalam adat kerajaan masa lampau.
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor budaya dan pariwisata.
“Saya ingin makanan khas Batu Bara mendunia. Kita juga sudah melakukan pendekatan untuk melestarikan rumah adat Lima Laras dan akan membangun kampung nelayan,” ujarnya, sembari mengajak masyarakat menjaga kekondusifan dan menjauhi narkoba.
Malam budaya semakin hidup dengan penampilan Tari Zapen Melayu, hiburan dari Band Lebah Begantung, hingga atraksi Grup Debus yang memukau penonton.
PSBD ke-VII kembali menjadi bukti bahwa Batu Bara adalah rumah besar bagi berbagai etnis yang hidup harmonis sambil menjaga warisan budaya leluhur. Momen ketika Bupati tampil bak Dato’ Melayu menjadi simbol bahwa tradisi tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihormati dan dihidupkan kembali.
Penulis : Andani





















