MANOKWARI — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowan Siba, M.Pd., mengingatkan masyarakat agar perayaan 1 Abad Injil Masuk di Kabupaten Teluk Wondama tidak hanya dimaknai sebagai pesta seremonial, tetapi juga sebagai momen refleksi dan perubahan hidup menuju kehidupan yang lebih beriman dan bermartabat.
Pernyataan tersebut disampaikan Barnabas Dowan Siba kepada jurnalis TempoTimur.com di Manokwari, pada Senin (20 Oktober 2025) siang.
“Perayaan 1 Abad Injil Masuk Wondama hendaknya menjadi waktu untuk merenungkan kasih Tuhan yang telah mengubah sejarah dan kehidupan masyarakat Papua. Jangan hanya berhenti pada euforia acara, tetapi wujudkan pesan Injil dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Menurut Barnabas, Injil yang masuk ke Tanah Papua seratus tahun lalu telah membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan moral masyarakat. Karena itu, generasi masa kini perlu melanjutkan semangat tersebut dengan bekerja keras dan hidup benar di hadapan Tuhan.
“Injil memberi terang dan pengetahuan bagi bangsa ini. Karena itu, sebagai generasi penerus, kita wajib menjaga nilai-nilai Injil melalui pendidikan, pelayanan, dan kerja nyata,” tegasnya.
Barnabas juga menekankan peran penting generasi muda dalam menjaga warisan iman tersebut. Ia berharap momentum perayaan ini membangkitkan kembali semangat belajar, bekerja, dan mengabdi kepada masyarakat dengan dasar kasih Kristus.
“Generasi muda Papua harus menjadi teladan. Jangan sia-siakan perjuangan para misionaris dan leluhur yang telah membawa Injil ke tanah ini. Mari kita teruskan dengan karya dan karakter yang memuliakan Tuhan,” pesannya.
Ia menutup dengan ajakan agar seluruh masyarakat menyambut perayaan 1 Abad Injil Masuk Wondama dengan hikmat, damai, dan penuh syukur, tanpa tindakan yang dapat mencederai makna rohaninya.
Penulis : Amatus Rahakbauw





















