Di sebuah sudut dunia maya yang sibuk, seorang pemuda bernama Raka duduk merenung di depan layar laptopnya. Ia mencoba membuat konten TikTok pertamanya. Tangannya sibuk menggulir, matanya terpaku pada video-video viral yang lewat begitu cepat—semuanya terlihat keren, semuanya terlihat sama.
“Hmm… saya kira itu ide dia, ternyata cuma hasil copy paste dari orang lain,” bingung namanya, kecewa.
Bingung namanya hampir ikut-ikutan. Tapi hatinya menolak. Ia teringat satu pesan dari gurunya dulu, “Kalau ingin dikenang, berkaryalah dari hati, bukan dari hasil meniru mentah-mentah.”
Malam itu, Bingung namanya menulis ulang. Bukan dari pikiran orang lain. Ia menulis kisah perjuangan ayahnya yang tukang becak, yang tak pernah menyerah walau hujan badai menerjang. Ia rekam dengan suara narasinya sendiri, dengan kata-katanya sendiri.
Video itu tak viral dalam sehari. Tapi komentar yang datang tak main-main:
“Kak, makasih. Aku jadi semangat lagi.”
“Karya ini bukan biasa. Terasa dari hati.”
“Akhirnya, ada konten yang jujur dan dalam.”
Bingung namanya tersenyum. Ia tahu, ia tak terkenal. Tapi ia telah berkarya. Bukan menjiplak. Bukan ikut arus. Tapi menciptakan jejak.
“Kalau kamu buat konten, jangan copy paste pikiran orang lain, Boss.
Biar gak viral, yang penting orisinal.”
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















