Fakfak — Kepala Cabang Bulog Fakfak, Ibrahim Wairoy, saat ditemui wartawan Tempotimur.com pada Selasa siang (3/6/2025) WIT, menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Fakfak saat ini mencapai 782 ton.
“Dalam waktu dekat, akan masuk lagi tambahan sekitar 700 ton dari total 1.000 ton yang telah dikirim. Saat ini sebagian sudah berada di pelabuhan dan sedang dalam proses distribusi ke gudang Bulog Fakfak,” jelas Wairoy.
Pengiriman tersebut merupakan bagian dari persiapan program bantuan pangan yang diperkirakan akan mulai berjalan pada bulan Juli 2025. Menurutnya, tambahan beras ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan sekitar dua bulan, dan Bulog akan terus melakukan pengisian ulang guna menjaga ketersediaan stok.
Selain CBP, Bulog Fakfak juga memiliki stok beras premium sebanyak 19 ton, dengan tambahan 30 ton lagi dalam perjalanan ke Fakfak.
Gula pasir tersedia sebanyak 20 ton, dengan tambahan 30 ton dalam perjalanan.
Minyak goreng saat ini tersedia sebanyak 33.000 liter. Belum dilakukan pemesanan tambahan karena stok masih mencukupi.
Wairoy menegaskan bahwa stok CBP harus dijaga minimal untuk kebutuhan tiga bulan, mengingat bantuan pangan yang sedang berlangsung akan menyerap stok dalam jumlah besar, terutama untuk wilayah Fakfak dan Kaimana.
Ia memastikan bahwa ke depan tidak akan terjadi kekosongan stok seperti yang pernah terjadi sebelumnya, karena kini distribusi dan pengisian sudah berjalan dengan baik.
“Intinya, bukan stok beras di Bulog yang kosong, melainkan beras di pasaran yang sempat habis. Bulog tetap menyimpan stok sebagai cadangan pemerintah yang tidak boleh kosong,” tegasnya.
Wairoy juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi situasi kelangkaan di pasaran.
“Pemerintah akan terus mencari solusi. Jangan sampai terjadi kekosongan lagi, dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” tutupnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K








