
MEDAN — Upaya pelestarian budaya yang dilakukan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara berbuah manis. Kementerian Kebudayaan RI melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi memberikan penghargaan berupa Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia untuk karya budaya Tenun Batu Bara asal Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.
Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, Sukronedi, S.Si., M.A. Penyerahan dilakukan secara resmi kepada Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara sebagai lembaga adat yang selama ini konsisten memperjuangkan pengakuan Tenun Batu Bara di tingkat nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Sukronedi didampingi oleh Kasubbag Umum Salya Rusdi, S.H., serta Pamong Budaya Ahli Muda Nasrul Hamdani, S.S., M.A. dan Dharma Kelana Putra, S.Sos., M.A. dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sumatera Utara, Selasa (06/10).
Dari pihak Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara, penghargaan diterima oleh Ketua Majelis Ok Khairul Amri bergelar Dato’ Setiawangsa II. Ia hadir bersama jajaran pengurus inti, di antaranya Dewan Adat Dato’ Zulham Efendi dan Tengku Ismed, Sekretaris Tuan Muhammad Rozali, Wakil Sekretaris Tuan Raisha Ramadhan, Abdul Kholid / Dato’ Panglima Askar Diraja, serta anggota majelis Wan Afif dan Tuan Irwanto dari Kedatukan Si Pare-pare.
Ketua Majelis menyambut baik penghargaan ini sebagai amanah besar. Menurutnya, penetapan ini bukan akhir, melainkan awal untuk kerja yang lebih besar dalam inventarisasi, dokumentasi, dan regenerasi penenun di seluruh kedatukan Melayu Batu Bara.
Penulis : Red







