Labuan Bajo — Pilkada Manggarai Barat 2024-2029 semakin panas menuju hari pencoblosan 27 November 2024 , narasi yang berseliweran di berbagai platform media sosial kian tak terbantahkan dari masing-masing kubu, baik kubu paslon 01 Mario Richard dan kubu paslon 02 Edi-Weng, upaya saling menyerang pun dengan berbagai diksi dan narasi pembelaan terhadap kandidat tak terhindarkan.
“Ketua Relawan Muda mario Richard Sergius Tri deddy dalam sebuah pernyataan bahwa “Menanggapi berita yang di sampaikan salah satu media, yang menyudutkan pak Mario Pranda menyebarkan berita Hoax, bagi kami adalah pernyataan yang keliru, kekeliruan pernyataan ini di karenakan kesimpulan yang di ambil dalam narasi pemberitaan itu terlalu sempit dan tidak sekerdil itu”.
“Pak Mario Pranda membagikan hasil screenshot foto yang berasal dari salah satu Group wa, dengan Nama Group “edi weng Poros selatan” , yang di dalam postingan menampilkan sejumlah foto, dimana sejumlah di foto tersebut, memakai baju paket Edi weng bernomor 2, dan sementara memegang sejumlah uang. Foto yang di tampilkan pak Mario di group relawan anak momang”.
“Dedy menambahkan, tidak sedang menyebarkan hoax, karena hanya membagikan foto tanpa caption. Pak Mario tidak menuding juga tidak Membuat keterangan dan kesimpulan terhadap foto tersebut. Pemberitaan media tentang pak Mario menyebarkan hoax adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan yang fatal, yang tidak berdasarkan fakta”.
Komentar orang-orang yang ada di dalam Group relawan anak momang dengan Berbagai narasi yg timbul tidak bisa disimpulkan bahwa itu di karenakan postingan Pak Mario, di karenakan banyak orang yang telah mempostingnya di beberapa media sosial. Bermula di group WA ” Edi weng poros selatan” Yang Menampilkan foto tersebut sehingga beredar di media sosial juga tanpa coption. Pungkasnya
Lalu kenapa Pak Mario yang di disimpulkan menebarkan fitnah?Sementara foto tersebut sama dan tidak berubah dari foto yang ada di group ” Edi weng Poros selatan, dan juga tanpa coption.
Oleh karena itu kami relawan muda Mario Richard menyampaikan bahwa media yang memberitakan hal tersebut melakukan kekeliruan dan kesalahan yang berakibat pada kandidat kami.
Pihak media tidak pernah melakukan konfimasi terhadap Pak mario, untuk menanyakan maksud dari postingan Pak Mario. Tegas dedy
Namun pihak media yang memberitakan serta merta menyimpulkan bahwa Pak Mario sebagai sebab pemfitnahan sekali lagi itu sangat keliru dan sangat kerdil, ini kesimpulan yang keliru yg sesat yang jauh dari kebenaran.
Kami juga menanggapi pemberitaan di media labuan Bajo dengan Judul berita “seorang haji di fitnah berawal dari postingan Mario pranda, disini kami menegaskan, bahwa tidak ada proses pemfitnahan terhadap haji yang di maksud dalam judul berita. alasannya, Orang-orang yang berkomentar didalam group relawan anak momang, terhadap gambar yang tertampil dari hasil screenshot dari group “edi weng Poros selatan” tidak terhadap status pribadi atau predikat orang yang ada dalam foto tersebut.
Komentar tersebut adalah respon spontan terhadap foto dan bukan terhadap status serta predikat seseorang orang, di dalam foto yang di bagikan ada banyak orang dalam screenshot tersebut.
Upaya penggiringan opini dengan menyebut seorang haji di fitnah, bagi kami sebuah kesesatan berpikir, dan kami menduga ada upaya membangun wacana politik yang bersifat sektarian dengan menjadikan status, predikat personal orang di dalam foto, dengan membangun simpatik kelompok berdasarkan status dan agama. Sehingga ada unsur ketidaksukaan pada Pak Mario Pranda dari golongan tertentu.
Bagi kami cara-cara seperti ini sebuah kesalahan dan menjadi masalah dalam membangun demokrasi di daerah ini. karena mencari simpatik dan dukungan rakyat berdasarkan kelompok dan agama. Peristiwa ini bisa mengganggu karakter Bangsa yang majemuk yang terawat dalam bingkai pancasila. Tutupnya
=Ricky=




















