Warga Desa Sei Mataram Marah, Limbah Bau Menyengat Cemari Perairan Warga

- Penulis

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Batu Bara – Warga Desa Sei Mataram, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, dikejutkan dengan penemuan limbah perusahaan yang mengalir ke sungai di pemukiman mereka. Limbah berbau menyengat ini terdeteksi di Dusun 1, 2, dan 3 Desa Sei Mataram pada Selasa, 18 Juni 2024, dan langsung memicu kemarahan serta keresahan di kalangan warga setempat.

Menurut informasi yang diperoleh dari warga, bocornya kolam penampungan limbah telah menyebabkan bau busuk yang tak tertahankan menyebar luas di sekitar perairan. “Kami telah turun ke lokasi dan mengecek langsung. Bau busuknya benar-benar mengganggu,” kata Rudi, seorang warga Desa Sei Mataram, dengan nada kesal.

Baca Juga  Pemkab Batu Bara Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Masyarakat menduga kuat bahwa limbah beracun ini berasal dari pabrik pengolahan tapioka yang berada di Sei Balai serta beberapa pabrik lain yang berdekatan dengan desa mereka. “Kami menduga limbah ini berasal dari pabrik-pabrik tersebut. Sungai kami sedang pasang air laut, dan ini membuat limbah menyebar lebih cepat. Kami sedang menelusuri lebih lanjut, Bang, meskipun jaraknya cukup jauh,” jelas salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dampak dari pencemaran ini tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga mengancam kesehatan dan kehidupan sehari-hari warga Desa Sei Mataram.

“Ini sangat merugikan kami. Kami tidak bisa menggunakan air sungai lagi untuk mandi, mencuci, atau bahkan untuk kebutuhan ternak. Anak-anak kami juga jadi rentan terkena penyakit kulit karena bermain di sekitar sungai,” ungkap seorang warga dengan nada cemas.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia, Walikota Waris Tholib Tinjau Balai di Ujung Tanjung

Warga Desa Sei Mataram berharap agar segera diambil tindakan untuk mengatasi masalah pencemaran ini.

Warga mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut jika masalah ini tidak segera ditangani. “Jika kami sudah mengetahui pasti dari mana asal limbah ini, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan beri tahu awak media dan memastikan tindakan tegas diambil. Kami tidak bisa terus hidup dalam kondisi seperti ini,” tutup warga tersebut dengan nada penuh amarah.

Situasi ini menggambarkan krisis lingkungan yang serius dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah dan pihak berwenang. Warga Desa Sei Mataram berharap agar suara mereka didengar dan masalah ini segera diatasi demi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Baca Juga  Cegah Kecelakaan Laut, Pemdes Suka Jaya Sosialisasikan Keselamatan Nelayan

(Red)

Berita Terkait

BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak
GANESPA mendesak Gubernur Banten segera menertibkan warung liar di bantaran Setu Ciledug, Pamulang
INALUM Perkuat Pelestarian Pesisir, Tanam 15.000 Bibit Mangrove Demi Masa Depan Berkelanjutan
Pemprov Papua Barat dan Conch Group Bahas Penguatan Investasi Hijau dalam Kunjungan Strategis ke Tiongkok
Reklamasi Tambang, Koperasi Ngudi Lestari dan PT SKS Menanam 1000 Pohon
Waspada! Hujan Deras Petir Angin Kencang Serang Sumut, BMKG Peringatkan 10 Kabupaten
Jalan Sukarela Rusak, Warga Serua Indah Menjerit!
DLH Papua Barat Tekankan Integrasi Lingkungan dalam RTRW Pegunungan Arfak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:27 WIB

BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:21 WIB

GANESPA mendesak Gubernur Banten segera menertibkan warung liar di bantaran Setu Ciledug, Pamulang

Senin, 27 Juli 2026 - 10:21 WIB

INALUM Perkuat Pelestarian Pesisir, Tanam 15.000 Bibit Mangrove Demi Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Pemprov Papua Barat dan Conch Group Bahas Penguatan Investasi Hijau dalam Kunjungan Strategis ke Tiongkok

Selasa, 28 April 2026 - 21:36 WIB

Reklamasi Tambang, Koperasi Ngudi Lestari dan PT SKS Menanam 1000 Pohon

Berita Terbaru

Budaya

Warga Cirendeu dan Rempoa Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:46 WIB

You cannot copy content of this page