Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: “Kita Negara Besar, Harus Berkoalisi”

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Foto : Presiden Prabowo

 

Jombang — Kritik terhadap kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gemuk dan tidak efisien mendapat jawaban langsung dari sang presiden.

Prabowo menyebut besarnya struktur pemerintahan tidak bisa dilepaskan dari pilihan Indonesia terhadap sistem demokrasi dan kebutuhan mengelola negara berpenduduk hampir 300 juta jiwa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan Indonesia adalah negara besar yang memilih demokrasi sebagai sistem pemerintahan. Konsekuensinya, pemerintah membutuhkan koalisi politik untuk menjaga stabilitas dalam menjalankan pemerintahan.

“Jadi, dan ini saya buka ya, yang kita pimpin, sistem yang kita pimpin karena kita sudah milih demokrasi. Demokrasi adalah pilihan kita. Dan negara kita besar. Kita sebesar Eropa.

Baca Juga  Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumut Berikan Arahan Seluruh UPT Pemasyarakatan

Di Eropa itu lebih dari 27 negara. Lebih. 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya saya… mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali,” kata Prabowo.

Menurut dia, koalisi diperlukan untuk memimpin dan mengurus Indonesia yang jumlah penduduknya akan segera mencapai 300 juta jiwa. Prabowo juga menyebut Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

“Dan karena demokrasi, saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai,” ujar Prabowo.

Baca Juga  Kolaborasi Jurnalis Batu Bara Buka Oven Donasi untuk Korban Banjir di Sejumlah Wilayah

Prabowo kemudian membandingkan komposisi koalisi pemerintahannya dengan negara lain yang melibatkan lebih banyak partai dalam pemerintahan.

“Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai,” kata dia.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Prabowo atas kritik mengenai besarnya struktur pemerintahan yang dipimpinnya. Bagi Prabowo, jumlah partai yang berada dalam koalisi tidak serta-merta menunjukkan pemerintahan tidak efisien. Ia justru menilai keterlibatan delapan partai masih tergolong efisien jika dibandingkan dengan negara lain.

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan
18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura
Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai
Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
RUU Perampasan Aset Dipastikan Diketok 15 Desember 2026, Sahroni: Berantas Koruptor
Antisipasi Abu Vulkanik, SMA-SMK di Banten PJJ 3 Hari Mulai 7 September
Prabowo Bahas Penataan BUMN, 290 Perusahaan Disebut Telah Ditutup

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:35 WIB

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan

Jumat, 11 September 2026 - 21:16 WIB

18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura

Jumat, 11 September 2026 - 10:15 WIB

Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai

Rabu, 9 September 2026 - 19:54 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah

Senin, 7 September 2026 - 17:05 WIB

INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page