
FAKFAK — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Fakfak menyediakan tempat sampah khusus botol dan gelas plastik di sejumlah titik strategis kawasan pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung Program Fakfak Hijau yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Penyediaan tempat sampah tersebut dilakukan Pelindo Regional 4 Fakfak bersama Bank Sampah Fakfak Hijau. Fasilitas yang disebut “celengan sampah” itu ditempatkan di sejumlah area vital, antara lain Kantor Pelindo, Terminal Penumpang, dan workshop.
General Manager Pelindo Regional 4 Fakfak, Silas Warfandu, mengatakan penyediaan tempat sampah khusus plastik merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan pelabuhan.
“Program Fakfak Hijau merupakan inisiatif yang sangat baik karena berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan. Sebagai langkah awal, kami bersama Bank Sampah Fakfak Hijau menyediakan tempat sampah khusus botol dan gelas plastik di sejumlah titik strategis di kawasan pelabuhan,” ujar Silas pada 29 Agustus 2026.
Menurut Silas, fasilitas tersebut diharapkan mendorong pekerja, pengguna jasa, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan untuk mulai memilah sampah dari sumbernya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak agar menggunakan fasilitas tersebut dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami berharap seluruh pihak yang beraktivitas di pelabuhan dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik sehingga tercipta lingkungan pelabuhan yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi semua,” katanya.
Silas menjelaskan, botol dan gelas plastik yang telah dipilah akan dijemput oleh Bank Sampah Fakfak Hijau untuk selanjutnya dikelola. Pengelolaan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai manfaat sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah plastik di Kabupaten Fakfak.
Kolaborasi Pelindo Regional 4 Fakfak dan Bank Sampah Fakfak Hijau ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah sampah di kawasan pelabuhan.
Pelindo berharap upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya kawasan pelabuhan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat Program Fakfak Hijau.
Penulis : Amartus Rahakbauw K












