Anto Genk: 17 Bulan Pimpin Medan, Rico-Zaki Mulai Tegas; Setelah Camat Dan Lurah, Kini Kepala Dinas Ditunggu Dievaluasi

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN — Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO/Owner Sumut24 Group, Rianto, S.H., M.H., akrab disapa Anto Genk, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap yang memasuki 17 bulan masa pemerintahan.

Menurut Anto Genk, Rico-Zaki mulai memperlihatkan ketegasan dalam menata birokrasi, terutama setelah berani melakukan evaluasi terhadap aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan. Namun, ia menilai keberanian tersebut jangan berhenti pada level bawah.

Kini, publik menunggu apakah ketegasan yang sama akan diarahkan kepada kepala dinas yang kinerjanya dinilai belum optimal menjawab berbagai persoalan Kota Medan.

“Rico-Zaki mulai menunjukkan keberanian. Ini harus kita apresiasi dan dukung. Jabatan tidak boleh menjadi tameng dari evaluasi. Kalau ada persoalan, periksa sesuai aturan. Kalau kinerjanya baik, pertahankan. Tetapi kalau target tidak tercapai, tentu harus dievaluasi,” ujar Anto Genk.

Menurutnya, langkah terhadap camat dan lurah justru dapat menjadi momentum bagi Rico-Zaki untuk membangun budaya birokrasi berbasis kinerja, di mana setiap pejabat dituntut mampu menunjukkan hasil kerja yang terukur dan dirasakan langsung masyarakat.

“Jangan berhenti di camat dan lurah. Kepala dinas juga harus siap dievaluasi. Bukan berarti kepala dinas pasti bermasalah, tetapi semua pejabat harus memiliki ukuran kinerja yang jelas. Kalau berhasil, beri apresiasi. Kalau belum berhasil, bina dan evaluasi. Kalau berkali-kali gagal memperbaiki kinerja, Wali Kota harus berani mengambil keputusan,” tegasnya.

Anto Genk menilai 17 bulan pertama pemerintahan Rico-Zaki sudah cukup menjadi bahan evaluasi untuk melihat siapa saja pejabat yang mampu menerjemahkan visi kepala daerah menjadi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia pun mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari WTP keenam, capaian investasi Rp14,5 triliun, keberhasilan menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026, maupun progres revitalisasi Stadion Teladan.

“Semua itu patut diapresiasi. Tetapi ukuran paling penting tetap sederhana: apakah masyarakat Kota Medan merasakan perubahan?” ujar Anto Genk.

Karena itu, menurutnya, persoalan parkir, retribusi, PBG, pajak daerah, sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak dan kualitas pelayanan publik harus menjadi bagian dari evaluasi kinerja kepala perangkat daerah.

“Rico-Zaki jangan hanya bertanya apakah laporan sudah selesai. Tanyakan apakah persoalan masyarakat sudah selesai. Itu bedanya birokrasi yang sekadar bekerja dengan birokrasi yang menghasilkan,” katanya.

Anto Genk juga mendorong agar program Sapa Warga ditingkatkan menjadi “Sapa dan Selesaikan”.

“Warga tidak hanya membutuhkan pemerintah yang mau mendengar. Mereka membutuhkan pemerintah yang menyelesaikan. Kalau warga mengeluh soal jalan, drainase, sampah atau pelayanan, harus jelas siapa yang menangani, kapan ditangani dan apa hasilnya,” tegasnya.

Sebagai Ketua JMSI Sumut dan CEO/Owner Sumut24 Group—yang menaungi Harian Sumut24, Sumut24.co, Medan24news.com, Garda.id dan HaloMedan.com —Anto Genk menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial sekaligus dukungan agar pemerintahan Rico-Zaki semakin kuat.

“Kami memberikan apresiasi ketika pemerintah bekerja benar. Tetapi ketika ada yang perlu diperbaiki, media juga harus menyampaikannya. Kritik bukan untuk menjatuhkan Rico-Zaki. Justru kami ingin Rico-Zaki berhasil,” ujarnya.

Ia berharap Rico-Zaki tidak ragu melakukan penyegaran apabila evaluasi berbasis data menunjukkan adanya pejabat yang tidak mampu mencapai target.

“Pemimpin jangan takut kehilangan pejabat. Yang harus ditakutkan adalah kehilangan kepercayaan masyarakat,” pungkas Anto Genk.

Setelah 17 bulan, menurut Anto Genk, Rico-Zaki sudah menunjukkan bahwa mereka berani mengevaluasi. Sekarang publik menunggu satu langkah berikutnya: beranikah ketegasan itu naik level hingga kepala dinas?

Sebab masyarakat Medan tidak hanya membutuhkan pemerintah yang hadir. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang mampu menyelesaikan.

Red

Berita Terkait

Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara
Bupati Batu Bara Dorong Generasi Dai dan Daiyah Berkarakter serta Berakhlak
Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”
Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai Bantah Tuduhan Adanya Pungli, Begini Penjelasanya
PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Melepas Keberangkatan 34 Kontingen Pramuka Ikuti Jamnas XII di Cibubur
Bupati Murung Raya Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah, Belajar Tak Mengenal Usia
Pj Sekda Murung Raya Buka Sosialisasi Perbup PJPK 2026–2030

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Anto Genk: 17 Bulan Pimpin Medan, Rico-Zaki Mulai Tegas; Setelah Camat Dan Lurah, Kini Kepala Dinas Ditunggu Dievaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Bupati Batu Bara Dorong Generasi Dai dan Daiyah Berkarakter serta Berakhlak

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai Bantah Tuduhan Adanya Pungli, Begini Penjelasanya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page