BATU BARA – Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menggelar audiensi dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Labuhan Ruku Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.H., Selasa (12/5/2026).
Delegasi dipimpin Ketua Majelis Datuk Setiawangsa II, Sekretaris Jenderal Muhammad Rozali, Wakil Sekretaris Raisha Ramadhan, dan Ketua Bidang Hukum Vicktor Oktopianus.S, S.H. Kalapas menyambut langsung didampingi Franki Hamonangan Turnip (Kakaplap), Marlon Brando (Kasi Binadik), serta Denny Febriyanto (Kaur Kepeg).
Kalapas menyampaikan kebahagiaannya atas kunjungan ini, yang menjadi yang pertama dari organisasi adat Melayu, khususnya zuriat Kedatukan Batu Bara. “Saya merasa terhormat menyambut ini. Semoga hubungan ini tidak putus sampai di sini,” ujar Dr. Hamdi Hasibuan. Ia menambahkan bahwa istrinya aktif dalam kegiatan Melayu Deli, sehingga budaya Melayu bukan hal baru baginya.
Dr. Hamdi Hasibuan menyebut bantuan alat tenun baru dari Pemkab Batu Bara untuk warga binaan wanita (WBP). Tujuannya membekali keterampilan agar mereka mandiri pasca bebas, terhindar dari kesalahan serupa, dan berpenghasilan. Kendala utama adalah ketiadaan instruktur. “Kami juga ingin WBP wanita menguasai tari, karena 70% bersuku Melayu, agar bisa dimanfaatkan di kegiatan Pemkab atau lapas,” tambahnya.
Ketua Majelis Datuk Setiawangsa II memaparkan profil Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara serta sejarah sembilan Kedatukan di Batu Bara. Ia berjanji membantu mencarikan instruktur untuk pelatihan tenun dan tari, memperkuat sinergi adat dengan pembinaan narapidana.
Audiensi ditutup dengan penyematan pin kehormatan kepada Kalapas sebagai tanda ikatan kerabat adat terjalin, membuka harapan kolaborasi berkelanjutan demi pemberdayaan WBP Melayu di Lapas Labuhan Ruku.
Penulis : R Ramadhan

















