Kemenkeu Siapkan Aturan Baru Pengembalian Pajak Lebih Bayar

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan regulasi baru terkait tata cara pengembalian pendahuluan atas kelebihan pembayaran pajak guna memberikan kepastian hukum dan prosedur yang jelas bagi wajib pajak.

Penyusunan aturan tersebut dibahas dalam rapat pleno harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang digelar Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan (DJPP) Kementerian Hukum melalui Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan III (HPP III) pada pekan ini.

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Nomor S-38/PJ/2026 tertanggal 3 April 2026 terkait permohonan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan rancangan aturan tersebut.

DJPP menyatakan bahwa regulasi ini disusun untuk memastikan wajib pajak dapat memperoleh pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak secara tepat, efisien, dan sesuai prosedur.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas, Kalapas Labuhan Ruku Kunjungi Kejaksaan Negeri Batu Bara

Dalam rapat harmonisasi, para peserta melakukan penyelarasan norma agar rancangan peraturan sejalan dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi serta responsif terhadap kebutuhan wajib pajak dan dinamika administrasi perpajakan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah juga akan memperkuat pengawasan terhadap restitusi pajak. Ia menyebut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dilibatkan untuk mengaudit pengembalian pajak dalam jumlah besar sepanjang 2020 hingga 2025.

Purbaya menduga terdapat potensi kebocoran dalam mekanisme restitusi, terutama pada 2025 yang nilainya mencapai Rp361 triliun. Audit dilakukan secara internal oleh Kemenkeu untuk tahun 2025, serta secara eksternal oleh BPKP untuk periode 2020–2025.

Audit tersebut menyasar sejumlah wajib pajak, termasuk yang bergerak di sektor sumber daya alam (SDA). Hasil awal audit diperkirakan dapat diperoleh dalam satu hingga dua bulan ke depan dan dilaporkan pada kuartal II-2026.

Baca Juga  Hari Pelantikan, Presiden Prabowo Tegaskan Perlu Demokrasi Khas Indonesia

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Tanjung Balai : ikuti Rekor Aswakada Wilayah Sumut 
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan
DPRD Batu Bara Soroti Potensi PAD Masih Bocor, Minta Tim Percepatan Diisi ASN Berintegritas Tinggi
Sidak Ke Dinas Dukcapil, Wali Kota Tanjung Balai Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan
Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri dan Buka HLM TP2DD Triwulan lll Tahun 2026
Tinjau Irigasi dan Jalan Desa, Bupati Baharuddin Pastikan Kebutuhan Masyarakat Jadi Perhatian
Pertemuan Bersama PKL Kawasan Food Court, Wali Kota Mahyaruddin Salim : Pemko Tanjung Balai Akan Salurkan Bantuan 40 Gerobak dan Tenda
Bupati Batu Bara Pimpin Penguatan Koordinasi Penyelesaian Konflik Agraria

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai : ikuti Rekor Aswakada Wilayah Sumut 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:44 WIB

DPRD Batu Bara Soroti Potensi PAD Masih Bocor, Minta Tim Percepatan Diisi ASN Berintegritas Tinggi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Sidak Ke Dinas Dukcapil, Wali Kota Tanjung Balai Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri dan Buka HLM TP2DD Triwulan lll Tahun 2026

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page