Bupati Batu Bara Tinjau Kampung Tenun “Tonun”, Perkuat Eksistensi Songket Batu Bara di Kancah Dunia

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

BATU BARA — Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat eksistensi dan memperkenalkan songket Batu Bara sebagai salah satu identitas budaya unggulan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian S.H., M.Si., mengajak Bendahara DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio (Ibu Ain), untuk melakukan kunjungan ke Kampung Tenun “Tonun” yang berlokasi di Desa Pematang Genting, Kecamatan Talawi, Senin (30/03/2026).

 

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Asisten II Setdakab Batu Bara, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Perkim LH, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian sekaligus pengembangan tenun khas daerah sebagai salah satu identitas budaya unggulan Kabupaten Batu Bara. Kampung Tenun “Tonun” sendiri dikenal sebagai sentra produksi kain songket yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Batu Bara.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Kanwil Kemenkumham Sumut Ikuti Sosialisasi Tata Cara Pelaksanan PPK dari Ditjenpas

 

Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa kain songket Batu Bara kini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Hal ini dibuktikan dengan tampilnya songket Batu Bara pada ajang bergengsi Paris Fashion Week, yang diperkenalkan oleh desainer ternama Didit Hediprasetyo sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

 

Keindahan tenun Batu Bara tidak terlepas dari proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional. Para pengrajin menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Untuk menghasilkan satu helai kain songket, dibutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari, tergantung tingkat kerumitan motif.

Pada kunjungan tersebut, Ibu Ain turut mencoba secara langsung proses menenun bersama para pengrajin. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pembuatan kain songket yang penuh ketelitian.

Baca Juga  Pererat Tali Silaturahmi, Bupati Baharuddin Safari Ramadhan ke Tanjung Tiram

“ternyata tidak mudah untuk menenun, dibutuhkan kesabaran yang tinggi,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan keberadaan Kampung Tenun “Tonun” semakin dikenal luas serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan para pengrajin, sekaligus memperkuat posisi tenun Batu Bara sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi di kancah global.

(red)

Berita Terkait

Pemkot Jayapura Salurkan 110 Sapi Kurban, Ajak Warga Perkuat Kerukunan
Polres Tanjung Balai Ringkus Pengedar Sabu di Jalan D.I. Panjaitan
Polres Batu Bara Gelar Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam
Sat Lantas Polres Tanjung Balai Gelar Patroli Blue Light Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan
Benny Siswanto Pemkab Barito Utara Raih Juara Umum FBIM 2026
Plh Wali Kota Tanjung Balai Dukung Usaha PKK Teluk Nibung
Komisi IV DPRD Batu Bara Panggil PDAM Bahas Air Mati 10 Hari di Lima Puluh
Jawaban Bupati: Perubahan Status Batra Berjaya Demi Tata Kelola dan PAD Lebih Baik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 06:12 WIB

Pemkot Jayapura Salurkan 110 Sapi Kurban, Ajak Warga Perkuat Kerukunan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:57 WIB

Polres Tanjung Balai Ringkus Pengedar Sabu di Jalan D.I. Panjaitan

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:17 WIB

Polres Batu Bara Gelar Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:15 WIB

Benny Siswanto Pemkab Barito Utara Raih Juara Umum FBIM 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:30 WIB

Plh Wali Kota Tanjung Balai Dukung Usaha PKK Teluk Nibung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page