Batu Bara — Pihak Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait adanya mobil yang masuk ke dalam lapas pada dini hari serta membawa seorang perempuan adalah tidak benar atau hoaks.
Kepala Lapas, Dr. Hamdi Hasibuan, dalam keterangannya menyatakan bahwa sistem pengawasan di lingkungan lapas berjalan ketat dan berlapis. Setiap kendaraan, pengunjung, maupun barang bawaan yang masuk wajib melalui pemeriksaan menyeluruh di pos pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik).
“Tidak ada kendaraan apa pun yang masuk ke lapas pada saat dini hari, apalagi membawa perempuan seperti yang sedang beredar di media sosial,” tegas Hamdi, Selasa 10/3/2026.
Ia menjelaskan bahwa prosedur keamanan di lapas mengharuskan pemeriksaan identitas, kendaraan, hingga barang bawaan secara detail sebelum diizinkan masuk ke area lembaga pemasyarakatan. Sistem pengawasan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Terkait beredarnya video dan foto yang beredar di media sosial, pihak lapas menduga sebagian konten tersebut bukan berasal dari rekaman langsung di dalam lapas. Menurut Hamdi, gambar fasilitas yang beredar kemungkinan diambil dari sumber internet.
“Gambar-gambar itu kemungkinan diperoleh dari pencarian di Google, bukan dari rekaman langsung yang dilakukan petugas di lapas,” jelasnya.
Pihak lapas juga menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi tersebut karena dinilai dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Meski demikian, pihak lapas menyatakan tetap menghormati masyarakat yang menyampaikan keberatan terhadap isu tersebut dengan tidak menyebutkan identitas pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Dalam kesempatan itu, Hamdi juga menyinggung unggahan akun media sosial “Mata Dewa Sumut” yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut. Menurutnya, informasi yang dipublikasikan tidak didukung data akurat dan konkret sehingga dinilai tidak bertanggung jawab.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita yang belum jelas sumbernya. Informasi yang tidak diverifikasi dapat menimbulkan kegaduhan dan membahayakan situasi,” ujarnya.
Kalapas menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di lingkungan lapas serta tidak segan mengambil langkah tegas terhadap penyebaran berita bohong yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan lembaga pemasyarakatan.
(*)





