Pelangi Keikhlasan di Bulan Suci

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Amatus Rahakbauw K

Ramadan 1447 Hijriah menjadi bulan yang penuh makna bagi banyak umat Muslim di berbagai daerah Indonesia.

Di sebuah desa pesisir yang dikelilingi hutan dan laut yang tenang, masyarakat menjalani ibadah puasa dengan penuh kesederhanaan, namun sarat keteguhan hati.

Setiap sore, menjelang berbuka, warga berkumpul di masjid desa untuk tadarus Al-Qur’an. Ayat-ayat suci yang dilantunkan menjadi penguat jiwa, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 tentang ketenteraman hati dengan mengingat-Nya, dan Surah Al-Baqarah ayat 155 tentang ujian kehidupan.

Bagi masyarakat, ayat-ayat itu bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman yang nyata dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Sebagian warga adalah nelayan yang tetap melaut meski dalam kondisi berpuasa. Ombak dan cuaca tak menentu menjadi ujian tersendiri. Namun mereka meyakini janji Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 10, bahwa orang-orang yang bersabar akan memperoleh pahala tanpa batas.

Baca Juga  Rakernas KPAI 2025, Sumut Terima Anugerah

Keyakinan itu membuat mereka tetap tegar, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan berbagi hasil tangkapan dengan tetangga yang membutuhkan.

Di sisi lain, para petani di daerah perbukitan tetap mengolah ladang meski panas menyengat. Mereka memahami makna kesulitan dan kemudahan sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6.

Kesederhanaan hidup tidak menghalangi mereka untuk berbagi takjil kepada musafir yang melintas atau membantu warga lanjut usia yang membutuhkan.

Ramadan juga menjadi momentum mempererat silaturahmi. Tradisi berbuka puasa bersama dan saling memaafkan dilakukan dengan tulus. Beberapa warga yang sebelumnya memiliki kesalahpahaman memilih berdamai, mengamalkan nilai keikhlasan sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5, tentang beribadah dengan tulus karena Allah semata.

Baca Juga  Ketum PW-FRN Tegur Oknum Ibu Bhayangkari yang Menyudutkan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo

Di malam-malam terakhir Ramadan, masjid semakin ramai dengan iktikaf dan doa bersama. Harapan akan ampunan dan keberkahan dipanjatkan dengan khusyuk.

Mereka meyakini firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3, bahwa setiap ketakwaan akan menghadirkan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

Saat Hari Raya Idulfitri tiba, takbir berkumandang menggetarkan hati. Air mata haru mengalir bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur atas kekuatan menjalani ujian sebulan penuh.

Warga menyadari bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih ikhlas.

Kisah Ramadan di desa pesisir itu menjadi gambaran nyata bahwa keikhlasan bukan sekadar konsep, melainkan sikap hidup. Dalam kebersamaan, kerja keras, dan saling menguatkan, mereka membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  “Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”

Di bawah langit yang sama, di antara laut, hutan, dan hamparan ladang, keikhlasan menjadi pelangi yang nyata—lahir dari kesabaran, tumbuh dalam ujian, dan berakhir pada kemenangan yang hakiki.

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page