Manokwari,TempoTimur.com —
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri Pawai Tarian Tamborin Kolosal dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua, di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.360 penari tamborin dari 51 denominasi gereja, sekolah, dan jemaat di Papua Barat. Acara ini menjadi bagian dari peringatan masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 1855 oleh C.W. Ottow dan J.G. Geissler di Pulau Mansinam.
Dalam sambutannya, Dominggus Mandacan mengatakan pawai dan KKR bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan bentuk syukur atas peran Injil dalam membentuk kehidupan masyarakat Papua.
Menurut Dominggus, Injil telah memberi kontribusi besar tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pembentukan peradaban di Tanah Papua. Ia juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut.
“Antusiasme anak-anak muda menunjukkan nilai-nilai Injil masih hidup dan diteruskan oleh generasi Papua Barat,” kata Dominggus.
Dominggus juga menekankan pentingnya persatuan lintas denominasi gereja serta pembangunan spiritual yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Manokwari terhadap pelaksanaan KKR dan pawai tamborin kolosal tersebut.
“Kita adalah buah Injil. Karena itu, pemerintah daerah mendukung penggunaan RTP Borarsi sebagai pusat kegiatan ini,” ujar Hermus.
Ia menambahkan, kegiatan KKR diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter generasi muda serta mempererat kebersamaan masyarakat Manokwari sebagai rumah bersama.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat, pimpinan gereja, tokoh agama, tokoh adat, dan ribuan jemaat dari berbagai wilayah di Papua Barat.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K














