Tanggulangi Kekeringan Persawahan, Pemkab Batu Bara Normalisasi Sungai Sipare-pare

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

 

Batu Bara — Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pertanian bersama Dinas PUPR dan para Petani melakukan normalisasi di limpasan Sungai Sipare-pare hingga pintu Bendungan Perkotaan sepanjang sekitar 1.700 meter, Rabu (28/1/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menanggulangi kekeringan yang melanda areal persawahan di sejumlah desa yang merupakan Daerah Irigasi (DI) Perkotaan dan merupakan DI kewenangan Pusat melalui BBWS Sumut Wilayah II.

Normalisasi di limpasan sungai Sipare pare (Ramunia) bertujuan untuk mengalirkan air menuju bendung D.I perkotaan hanya mampu mengairi desa perkotaan, desa pasar lapan dan pare pare, sementara untuk desa-desa lain belum mendapatkan pasokan air yang memadai karena debit air sungai yang kecil.

Baca Juga  Bertemu Kepala Desa se-Kabupaten Serang, Presiden: Kelola Dana Desa untuk Kemanfaatan Masyarakat

Kegiatan normalisasi dan gotong royong juga dilakukan di Kampung Baru, desa Pematang Jering. Mereka membuka jalur air dari Bendungan Semodong agar kebutuhan air untuk lahan persawahan mereka dapat terpenuhi.

Demikian di jelaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Ir. Susilistiawati Ritonga M.Si saat dikonfirmasi wartawan.

“Normalisasi ini telah dilakukan sejak minggu lalu dan dilanjutkan gotong royong kembali karena air yang masuk ke DI Perkotaan belum maksimal, ujar Susi.

Ia menambahkan, permasalahan utama tidak mengalirnya air disebabkan oleh sedimentasi yang terjadi dari hulu sungai Bah Bolon (Bendung Semanggar) hingga hilir sungai yang mengaliri beberapa Sungai yang menjasi Sumber air dari beberapa Daerah Irigasi di Kabupaten Batu Bara. Sepanjang Sungai Tanjung (DI Tanjung Muda dan DI Perkotaan), Sungai Dalu Dalu (DI Cinta Maju), Sungai Gambus (DI Puwodadi), dan Sungai Sipare Pare (DI Simodong)

Baca Juga  Lapas Labuhan Ruku Hadiri Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke - 79 di Pemkab Batu Bara

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sebenarnya harus dilakukan pengerukan sedimentasi dari mulai hulu Sungai Bahbolon (Bendung Semanggar). Tetapi untuk pekerjaan itu dibutuhkan biaya yang cukup besar serta sistem penganggaran yang terencana dan tidak bisa dilakukan secara mendadak, jelasnya.

Menurutnya, proses normalisasi sungai secara menyeluruh membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari tahapan identifikasi, analisis jaringan hidrologi, proses tender, hingga penyediaan anggaran.

Seluruh tahapan tersebut diperkirakan bisa memakan waktu sekitar enam bulan oleh Dinas Pekerjaan Umum maupun Kementrian PUPR.

“Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bertahap dan terencana,”

Kondisi inilah yang menyebabkan terkesan lambatnya respon dari Pemerintah, pungkas Susi Ritonga.

Terkait dampak kekeringan, Susi juga menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi, BBWS Sumut Wilayah II dan Kementerian Pertanian, jelasnya.

Baca Juga  Munas VII GPMB, Ny. Maya Terima Penghargaan Sandya Pradtya 

Untuk tindakan jangka pendek, setelah debit air di DI Perkotaan mencukupi, selanjutnya akan dilakukan sistem buka tutup bendungan, untuk 3 hari kearah tanjung kubah, tanjung harapan dan tanjung mulia, dan 3 hari kemudian untuk desa pasar lapan, perkotaan dan titi payung serta sipare pare, dan 3 hari kemudian untuk desa simodong dan pematang jering. Dan diharapkan sistem buka tutup ini dapat mengurangi masalah kekeringan lahan pertanian untuk sementara waktu.

Penulis : Ham

Berita Terkait

Wali Kota Mahyaruddin Salim Siap Mendukung Penuh Pembangunan Stadion Mini di Kota Tanjung Balai 
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi IMM UMSU Medan
Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V TW II tahun 2026
Fraksi KDRI Tagih Audit Batra Berjaya, Fraksi KPN Sentil PDAM: Air Mati Jangan Dilupakan
Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet, Istana Minta Publik Tunggu Pengumuman Resmi
Bupati Baharuddin Komitmen Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan
Bupati Batu Bara Hadiri Pelantikan Pengcab JMSI Batu Bara Periode 2026 – 2029
Pemprov Papua Barat Sambut Kunjungan Konselor Kedutaan Australia, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Inklusif

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:30 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi IMM UMSU Medan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:04 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V TW II tahun 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:09 WIB

Fraksi KDRI Tagih Audit Batra Berjaya, Fraksi KPN Sentil PDAM: Air Mati Jangan Dilupakan

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:34 WIB

Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet, Istana Minta Publik Tunggu Pengumuman Resmi

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Baharuddin Komitmen Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page