Wakil Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumut

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanjung Balai — Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Muhammad Fadly Abdina menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (12/1/2025)

Rakor yang dipimpin langsung, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian didampingi Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan turut dihadiri Wakil Gubernur H. Surya, B.Sc, Forkopimda Sumut, Para Bupati/Wali Kota se Sumut

Tito menekankan perlunya perhatian khusus pada perbaikan infrastruktur jalan, sekolah, serta pembersihan area persawahan dari lumpur.

“Ini menjadi prioritas, termasuk normalisasi sungai yang terdampak sedimen daerah aliran sungai (DAS). Pembersihan lumpur di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga juga sangat mendesak,” ujar Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana

Rampungkan Pendataan Rumah Warga,
Tito meminta para kepala daerah segera merampungkan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat. Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk proses pencairan bantuan.

Baca Juga  Pemprov Papua Barat dan BP Tangguh LNG Bahas Progres Mega Proyek Energi USD 7,1 Miliar

“Kemarin kami juga sudah rapat di Aceh, kami disini juga ingin mengupdate situasi problema-problema yang masih ada, dan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” sebutnya

Tito yang saat ini juga sebagai Kepala Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana mengatakan pihaknya ingin melihat kondisi dan indikator daerah-daerah yang terdampak di masa pemulihan ini.

“Ada beberapa indikator dalam pemulihan (bencana), apakah pemerintahannya berjalan baik atau tidak, kemudian terkait kesehatan dan pendidikan lancar atau tidak. Lalu akses jalan terganggu atau tidak, begitupun ekonomi berjalan lancar atau tidak,” katanya.

Namun, dikatakan Tito, untuk Sumut kondisi sudah hampir berjalan sesuai dengan rencana pemulihan. Hanya ada beberapa daerah yang masih mengalami gangguan seperti air dan listrik.

Baca Juga  Satlantas Polres Tanjung Balai Gelar Ramp Check Pastikan Keselamatan Penumpang Jelang Ramadhan

“Saya kira di Sumut hampir semua sudah kembali normal, hanya beberapa daerah yang masih mengalami gangguan seperti listrik yang belum bisa masuk, kita apresiasi juga kepemimpinan bapak Gubernur Sumut,” tuturnya.

Warga dengan kerusakan rumah kategori ringan akan mendapatkan bantuan Rp15 juta, sedangkan kategori sedang Rp30 juta. Tujuannya agar mereka bisa segera keluar dari tenda pengungsian dan memiliki dana untuk pembersihan, tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga.

Selama Tiga Bulan
Dana ini diberikan selama tiga bulan kepada warga yang rumahnya rusak berat dan memilih tinggal bersama kerabat.

Mengenai hunian, Suharyanto memerinci bahwa saat ini terdapat 40 unit hunian sementara di Tapanuli Utara, 209 unit di Tapanuli Tengah, dan 802 unit di Tapanuli Selatan.

Baca Juga  Nama RSUD Batu Bara Kini Resmi Menjadi RSUD H. OK. Arya Zulkarnain

“Untuk hunian tetap (huntap) di seluruh Sumut ditargetkan akan dibangun sebanyak 5.951 unit. Saat ini pengerjaan sudah berjalan sekitar 20 persen. Kami menargetkan akhir Januari atau paling lambat sebelum Ramadan, warga sudah bisa menempati huntap tersebut,” katanya

Sementara itu di dalam pemaparannya, Gubernur Sumut Bobby Nasution melaporkan kondisi terkini Sumut di masa transisi ini. Ia melaporkan masih ada puluhan korban yang hilang dan data seputar bencana lainnya.

“Ada 479.325 KK atau 1.804.827 jiwa yang terdampak di Sumut. 37 meninggal dunia dan 41 jiwa masih belum ditemukan,” ucapnya.

Bobby pun mengatakan masih ada beberapa daerah yang masih terisolir di Sumut, diantaranya 2 Kecamatan dan 4 Desa di Kabupaten Tapanuli Utara dan 4 Kecamatan dan 5 Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Penulis : Taufik

Berita Terkait

Bupati Batu Bara Percepat Realisasi 6.000 Titik Penerangan Jalan melalui Skema KPBU
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi UPT Samsat Minta ASN Jadi Contoh Patuh Bayar Pajak Kendaraan
Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD
Pemkab Barito Utara Percepat Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan di Muara Teweh
Pemko Tanjung Balai Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dalam Memperingati HAN Ke 42
Wali Kota Tanjung Balai Cek Kondisi Gorong-gorong dan Drainase di Beberapa Lokasi Kecamatan TBS
Wali Kota Mahyaruddin Salim Ajak LASQI Majukan Seni Qasidah di Tanjung Balai 
Pemko Tanjung Balai dan Kanwil Kemenkum Sumut Jalin Kerjasama Perkuat Ekosistem Hukum 

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bupati Batu Bara Percepat Realisasi 6.000 Titik Penerangan Jalan melalui Skema KPBU

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:50 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi UPT Samsat Minta ASN Jadi Contoh Patuh Bayar Pajak Kendaraan

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Barito Utara Percepat Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan di Muara Teweh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Pemko Tanjung Balai Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dalam Memperingati HAN Ke 42

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:29 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Cek Kondisi Gorong-gorong dan Drainase di Beberapa Lokasi Kecamatan TBS

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page