Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar pertemuan dengan BP Tangguh LNG di salah satu hotel di Manokwari pada Kamis (21/8). Pertemuan ini membahas perkembangan proyek energi berskala besar yang tengah dikerjakan di wilayah Papua Barat.
Head of Country BP Indonesia, Hardi Hanafiah, menjelaskan bahwa proyek yang dikenal dengan nama ISIS Project mencakup tiga tahap utama, yaitu pembangunan Carbon Capture and Storage (CCS), fasilitas kompresor, serta pengembangan Lapangan Gas Badak. Total investasi yang digelontorkan mencapai USD 7,1 miliar.
“Jika ketiga proyek ini selesai, akan ada tambahan cadangan gas bumi dan peningkatan produksi energi nasional. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 21 persen, dan sejak 29 Juli 2025 kami sudah memulai konstruksi fisik,” ujar Hardi.
Ia menambahkan, proyek ini juga membuka peluang bagi perusahaan lokal. Hingga kini keterlibatan tenaga kerja lokal telah mencapai 30 persen, dan angka tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan berjalannya pembangunan.
Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap proyek strategis tersebut. “Kami berharap BP terus melibatkan kontraktor lokal agar manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat Papua Barat,” ujarnya kepada wartawan TempoTimur.com melalui pesan singkat.
Selain membahas sektor energi, pertemuan juga menyinggung layanan kesehatan di Papua Barat. Pemerintah daerah melaporkan bahwa 90 persen penduduk Papua Barat telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, dan pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K






















