Presiden Prabowo: Bela Negara Harus Menjadi Tindakan Nyata Seluruh Rakyat Indonesia

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Manokwari — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa semangat bela negara harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar slogan. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025.

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa Hari Bela Negara yang diperingati setiap 19 Desember memiliki makna historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Peringatan ini merujuk pada berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer Belanda II mengancam keberlangsungan Republik Indonesia.

Menurut Presiden, peristiwa tersebut membuktikan bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri sebagai negara yang berdaulat. Oleh karena itu, nilai kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan harus terus ditanamkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Paris, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis

Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesadaran, kesiapan, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Presiden juga menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga ancaman nonkonvensional seperti perang siber, radikalisme, penyebaran hoaks, serta bencana alam yang semakin sering terjadi.

Dalam konteks tersebut, bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga negara.

Secara khusus, Presiden menyampaikan perhatian dan empati kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Ketiga wilayah tersebut, kata Presiden, memiliki peran sejarah yang sangat besar dalam perjalanan Republik Indonesia.

Baca Juga  Warga Resah, DPRD Batu Bara Mediasi Sengketa Parit Batas PTPN IV Tanah Itam Ulu

Dari Aceh, bangsa Indonesia belajar tentang keteguhan dan pengorbanan rakyat yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara. Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh dikenal sebagai “Daerah Modal” karena kontribusi besar rakyatnya dalam mendukung perjuangan Republik, baik melalui dukungan logistik, pesawat, maupun pendanaan.

Sementara itu, dari Sumatera Utara, Presiden mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan berbagai perlawanan heroik terhadap agresi Belanda. Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik Indonesia.

Adapun dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI yang menjadi penyelamat Republik pada masa paling kritis. Presiden menegaskan bahwa tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah tersebut, sejarah Indonesia akan sangat berbeda dan peringatan Hari Bela Negara tidak akan bermakna seperti saat ini.

Baca Juga  Presiden Prabowo Ungkap “Ilmu Pemimpin” Saat Pimpin TNI dan Polri di Acara Peresmian Museum Marsinah

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka adalah fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” tegas Presiden.

Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan peringatan Hari Bela Negara sebagai momentum untuk memperkuat cinta tanah air melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama meneguhkan tekad mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Fadly Abdina Terima Audiensi DPC PWKI Tanjung Balai 
Wali Kota Tanjung Balai Tinjau Progres Perbaikan Jalan Asahan dan Jalan Veteran
Kemarau Panjang Melanda Fakfak, TNI dan Warga Berdoa Memohon Hujan
Tinjau Langsung RS Abdul Jalil Meliala, Wali Kota Tanjung Balai Minta Pemilik Selesaikan Izin Operasional
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi DPC HNSI Bersinergi Dengan Pemko Wujudkan Tanjung Balai EMAS 
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi PD KAMMI, Peran Mahasiswa Bagian Pembangunan Kota
Pemko Tanjung Balai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Wakil Wali Kota Fadly Abdina Terima Audiensi DPC PWKI Tanjung Balai 

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Tinjau Progres Perbaikan Jalan Asahan dan Jalan Veteran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Kemarau Panjang Melanda Fakfak, TNI dan Warga Berdoa Memohon Hujan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Tinjau Langsung RS Abdul Jalil Meliala, Wali Kota Tanjung Balai Minta Pemilik Selesaikan Izin Operasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi DPC HNSI Bersinergi Dengan Pemko Wujudkan Tanjung Balai EMAS 

Berita Terbaru

Berita Utama

Darurat Karhutla, Mendagri Larang Total Pembakaran Lahan

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:42 WIB

You cannot copy content of this page