Manokwari — TempoTimur.com
Menjelang akhir tahun 2025, Gubernur Papua Barat mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk bersyukur, bekerja dengan disiplin, menjaga keluarga, dan memperkuat kepedulian sosial. Imbauan ini disampaikan dalam pertemuan bersama ASN di Manokwari, Senin (8/12/2025).
Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan pentingnya memaknai kehidupan dan menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran. “Tuhan masih memberi kita kehidupan, kesehatan, dan kesempatan mengakhiri tahun 2025 serta memasuki 1 Januari 2026. Karena itu kita patut bersyukur,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan tugas pelayanan, bukan ambisi pribadi. Ia mencontohkan kisah pemanggilan Nabi Yeremia yang merasa lemah, namun dikuatkan Tuhan.
“Banyak yang dipanggil untuk jabatan, tetapi hanya sedikit yang dipilih. Jika pemimpin melarang minum, maka pemimpin juga tidak boleh minum. Tugas kita memberi teladan,” tegasnya.
Ia mengingatkan ASN untuk menggunakan gaji secara bertanggung jawab, terutama untuk keluarga. “Jangan sampai satu tahun satu kali baru pulang. Terima gaji, pulanglah, bantu ibu dan keluarga,” pesannya.
Gubernur kembali menekankan komitmen menjaga hutan dan laut Papua.
“Kita menjaga hutan, hutan menjaga kita. Kita menjaga laut, laut menjaga kita. Kita birukan langit dan hijaukan bumi. Jangan kita tinggalkan air mata untuk cucu-cucu kita,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota memperhatikan tata ruang dan pembangunan agar tidak menimbulkan bencana seperti di Sumatera. Ia juga mendorong pelajar dan remaja terlibat membersihkan pantai dan laut.
Dalam kegiatan tersebut, ASN turut mengumpulkan donasi yang akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Gubernur berharap kepedulian ini meluas ke berbagai pihak. “Kita berdoa agar sumbangan ini menjadi berkat. Tidak hanya ASN, semua bisa terlibat,” katanya.
Gubernur menegaskan bahwa suasana Natal sudah berlangsung sejak November dan berbagai ibadah terus dilaksanakan. Karena itu, keamanan dan kedamaian menjadi tanggung jawab bersama.
“Dalam suasana Natal dan Tahun Baru, kita bersama Forkopimda menjaga ketertiban agar kita menutup 2025 dengan damai dan memasuki Januari 2026 dengan perubahan hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga keharmonisan keluarga. “Jika ada suami istri yang bermasalah, berdamailah. Jika pemimpin tidak damai dalam keluarga, bagaimana bisa membimbing masyarakat?” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin gereja dan semua pihak yang terlibat. “Marilah kita hidup dalam kedamaian dan bersatu membangun Papua Barat,” tutupnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw



















