PLN UP3 Fakfak Perkuat Pengamanan Listrik Jelang Nataru

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak — TempoTimur.com

Manager PT PLN Unit Layanan Pelanggan Fakfak (ULP) Fakfak, Khaerul Mafazi, memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian ini disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa siang (2/11/2025) WIT.

Khaerul menjelaskan bahwa kantor UP3 Fakfak sudah terbentuk, namun kantor Unit layanan pelanggan (ULP). Segala pelayanan—mulai dari perawatan jaringan hingga penanganan gangguan bisa secara langsung dikoordinasikan dari UP3 Fakfak.

PLN menegaskan bahwa pada periode siaga H-7 hingga H+7 Natal dan Tahun Baru, tidak akan dilakukan pemeliharaan jaringan ataupun pemadaman listrik terencana. Namun Pemadaman hanya akan terjadi jika muncul gangguan mendadak atau gangguan yang tidak dapat diprediksi, seperti :

Baca Juga  Rapat dinas, Kalapas Labuhan Ruku Ajak Dukung Gerakan Kemanusiaan Menjadi Keluarga Asuh Anti Stunting 

kabel listrik putus,

pohon tumbang menimpa jaringan, atau hewan dan tanaman yang menyentuh jaringan listrik.

Beberapa gangguan sebelumnya, seperti kabel putus pada rabu malam pukul 18.30 serta gangguan akibat pohon tumbang di Werba, Sipatnanam, siboru, Wayati, dan Weri, telah berhasil ditangani oleh tim lapangan PLN.

3. Tim Siaga 24 Jam

Untuk mengantisipasi gangguan selama libur panjang, PLN UP3 Fakfak menyiapkan tiga tim siaga, yakni:

2. Tim mobil, masing-masing terdiri dari dua personel,

1. Tim motor dengan satu personel.

Seluruh tim akan siaga selama 24 jam full. Selain itu, menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru, PLN biasanya menambah personel di sejumlah titik ibadah dan area yang ramai aktivitas masyarakat.

Baca Juga  3 Desa Kabupaten Batu Bara Ditetapkan Sebagai Desa Bersih Narkoba

Menurut Khaerul Mafazi, gangguan terbesar pada jaringan listrik di Fakfak disebabkan oleh pepohonan warga yang terlalu dekat dengan jaringan listrik. PLN kerap mengalami kesulitan melakukan pemangkasan karena sebagian pemilik lahan tidak mengizinkan, terutama jika pohon tersebut sedang berbuah atau dianggap produktif.

“Kadang kami hanya ingin memangkas ranting kecil yang mengenai jaringan, tetapi tidak diperbolehkan. Ini menjadi kendala utama dari PLN ,” ujar salah seorang petugas PLN.

PLN berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih kuat, terutama terkait penertiban pohon dan tanaman yang berpotensi mengganggu jaringan listrik. Selama ini pemerintah dinilai sangat kooperatif, dan PLN berharap kerja sama tersebut semakin ditingkatkan.

Baca Juga  Walikota Waris Sholat Idul Adha 1445 H /2024 M di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Penjelasan Terkait Listrik yang Masih Padam Meski Petugas Sudah Tiba

Menanggapi keluhan masyarakat yang mempertanyakan mengapa listrik masih padam meski petugas sudah berada di lokasi, PLN menjelaskan bahwa penanganan gangguan melalui proses berjenjang. Kadang gangguan berada di titik berbeda dari lokasi perkiraan masyarakat, sehingga tim harus menelusuri jaringan hingga menemukan sumber masalah yang sebenarnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG
Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera
Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis
Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun
Tim Media Center Bahagia-Saza Salurkan Bantuan kepada Warga Sakit dan Pengrajin Atap
Ketum PW-FRN Tegaskan Penegak Hukum Harus Fokus Berantas Bandar Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:54 WIB

Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:40 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:34 WIB

Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:36 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page