Labuan Bajo, NTT — Perputaran ekonomi masyarakat di labuan bajo melalui spot trend Mawatu berhasil mengangkat citra Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM), kurang dari tiga bulan selama pembukaan perdana 3 Oktober 2025, antusiasme UMKM sangat luarbiasa dampak dari banyaknya masyarakat yang berkunjung.
Mawatu Labuan Bajo resmi dibuka pada tanggal 3 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum secara gratis. Kawasan ini dirancang sebagai pusat kota terpadu untuk gaya hidup dan pariwisata, menawarkan berbagai fasilitas seperti area komersial, ampiteater, toilet, dan ATM
Pada tahun 2024, UMKM di Labuan Bajo mendapat berbagai dukungan melalui berbagai acara dan program pemerintah, seperti Bazar UMKM Pesona Timur Indonesia yang menghasilkan transaksi Rp112 juta, Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2024 yang dihadiri Menteri Pariwisata, dan Floratama Academy 5.0 untuk transformasi digital. Selain itu, ada juga inisiatif dari BUMN seperti Rumah BUMN oleh Telkom serta kolaborasi dengan platform digital seperti Grab untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Salah satu pelaku UMKM di Spot Trend Mawatu Ermelinda Inda , menyampaikan kepada awak media ini “Alasan saya buka usaha ini, pertama saya melihat labuan bajo sebagai kota dengan hawa cukup panas dan sebagai kota wisata super premium, sehingga saya mencoba untuk memulai membuka usaha ini, dengan nama Brand Fress Juss, dan Puji Tuhan usaha ini sudah berjalan tiga tahun sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada, dan terimakasih kepada Mawatu telah memfasilitasi kami mengisi stand yang ada” Sabtu, (22/11/2025) malam.
“Konsumen juga sangat antusias dengan produk yang kami tawarkan di stand streerbar ini, beberapa jenis yang kami tawarkan diantaranya: mix mangga markisa, mix advokat sirsak, mix wortel jeruk, salad buah, disert Puding, es buah, es kuwut, mix buah potong, es kelapa”
“Dari sisi pendapatan, kalau hari biasa tidak bagitu ramai, tetapi kalau akhir pekan kunjungan masyarakat ke Mawatu sangat ramai sekali, dan sangat berdampak juga pada pendapatan kami, ya bagi saya cukup untuk menyambung hidup, yang paling penting kegiatan kami berjalan terus, semoga Mawatu kedepannya semakin ramai”. Tutup Ermelinda.
Penulis : Ricky



















