Ibadah Minggu, 9 November 2025 – GPdI Kabupaten Fakfak, Papua Barat

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
(Matius 18:20)

Minggu pagi, 9 November 2025, mentari Fakfak bersinar lembut menyapa setiap sudut Kota Pala. Cuaca cerah di Jalan A. Yani, Kelurahan Fakfak Utara, seolah menjadi tanda turunnya sukacita dari surga. Tepat pukul 09.28 WIT, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kabupaten Fakfak mulai dipenuhi jemaat yang datang dengan hati yang haus dan rindu untuk memuji dan menyembah Tuhan.

Suasana ibadah pagi itu terasa penuh kekhidmatan dan hadirat Allah. Dari barisan depan hingga ke belakang, terdengar pujian dan penyembahan yang mengalun indah. Setiap lirik, setiap nada, membawa jemaat semakin dalam masuk ke dalam hadirat Tuhan. Roh Kudus bekerja dengan lembut — mengubah air mata menjadi penghiburan, menggantikan kesedihan dengan sukacita, dan meneguhkan iman setiap hati yang datang dengan kerinduan.

Baca Juga  Papua Barat Jajaki Kerja Sama Lingkungan, Energi, dan Pendidikan dengan Inggris

Di tengah ibadah, jemaat bersama-sama menaikkan lagu penyembahan yang menggetarkan jiwa. Suara mereka berpadu menjadi satu persembahan yang harum di hadapan Tuhan. Tidak sedikit yang meneteskan air mata — bukan karena duka, melainkan karena merasakan kasih dan kehadiran Tuhan yang begitu nyata di tengah-tengah ibadah.

Dalam ibadah yang penuh urapan itu, salah satu jemaat menyampaikan kesaksian hidup tentang kuasa Tuhan yang memulihkan. Dengan suara bergetar, ia menceritakan bagaimana di bulan Mei dan Juli ia sempat mengalami pendarahan hebat.
Pada malam tanggal 9, tepat pukul 8 hingga 9 malam, pandangannya mulai buram, tubuhnya lemah, dan harapan seakan sirna. Namun di tengah kebimbangan itu, ia memilih naik ke kamar dan berdoa. Dengan air mata dan iman, ia berseru kepada Tuhan agar tangan-Nya yang ajaib menjamah dan menyembuhkan.

Baca Juga  Program Sekolah Rakyat untuk Warga Kurang Mampu, Kadis Pendidikan Papua Barat Jelaskan Tujuan dan Mekanismenya

Dan benar, mujizat pun terjadi. Pendarahan itu berhenti, kekuatan dipulihkan, dan pandangan kembali terang. Ia bersaksi bahwa “Yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi Allah.” Sebab, waktu Tuhan selalu tepat — ya dan amin bagi setiap orang yang percaya. Kesaksian itu membuat jemaat terharu dan memuliakan Tuhan dengan sorak-sorai sukacita.

Firman Tuhan pagi itu diambil dari Mazmur 100:2,

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!”

Pendeta Clarce Bonsafia Fakdawer, Gembala GPdI Jemaat Bethesda Fakfak, menyampaikan firman dengan penuh kuasa dan kasih. Beliau menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi perjumpaan pribadi dengan Sang Pencipta. Di hadapan Tuhan, setiap beban diletakkan, setiap hati disegarkan, dan setiap iman diperbaharui.

Baca Juga  UKM IKM Nusantara Dukung Program Gizi Anak di Papua Barat, Gubernur Harap Kementerian Pertanian Prioritaskan Daerah

Ketika ibadah berakhir, suasana damai dan kasih tetap menyelimuti tempat itu. Jemaat saling berjabat tangan, tersenyum, dan saling menguatkan satu sama lain. Hari itu menjadi bukti bahwa kasih Tuhan nyata bekerja di tengah umat-Nya, di tanah Papua Barat yang diberkati.

Sungguh benar firman Tuhan berkata:

“Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.”
(Mazmur 63:4)

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page