MANOKWARI — Ketua Majelis Wilayah Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Papua Bagian Barat, Pdt. Emma Ellen J. Wanma, M.A., mengajak umat Kristen di Tanah Papua untuk menjadikan perayaan 1 Abad Injil Masuk di Kabupaten Teluk Wondama bukan hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai momen perenungan dan perubahan hidup.
Hal itu disampaikan Pdt. Wanma saat ditemui jurnalis TempoTimur.com, di Manokwari, pada Senin (20 Oktober 2025) sekitar pukul 13.36 WIT.
“Perayaan ini jangan hanya menjadi euforia. Kami berdoa agar acara ini menjadi waktu untuk merenungkan kasih Tuhan dan menghayati Injil yang memberi hidup, sehingga teraplikasi dalam kehidupan orang Papua,” ujar Pdt. Wanma.
Menurutnya, makna peringatan satu abad Injil harus dihidupi melalui tindakan nyata dalam iman dan pelayanan. Ia berharap Roh Kudus menjamah generasi muda Papua, sehingga Injil tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi benar-benar bekerja dalam setiap pribadi.
“Hanya Injil yang mampu mengubah kehidupan seseorang. Ijinkan Tuhan Yesus berkarya dalam perayaan ini, agar kuasa-Nya termanifestasi dan banyak jiwa diselamatkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Wanma juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian perayaan dengan tidak melakukan tindakan yang merusak makna acara, seperti menjual atau mengonsumsi minuman keras.
“Jangan rusak momen besar ini dengan hal-hal yang menyakiti hati Tuhan. Mari masyarakat Wondama semakin setia mencari Tuhan. Hidup ini sementara—seperti bunga yang mekar di pagi hari dan layu di sore hari. Selagi hari siang, marilah kita bekerja bagi Tuhan,” pesannya.
Ia menutup dengan doa agar perayaan 1 Abad Injil menjadi kebangkitan rohani baru di Tanah Papua, di mana kasih Kristus nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Tuhan Yesus memberkati kita semua,” pungkasnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw
















