Fakfak — Haji Mustaqfirin menyampaikan pesan penting dalam rangka peringatan Hari Raya Isra Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saat ditemui Jurnalis Tempo.Timur.com di kediamannya Jalan Cenderawasih, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Jumat (5/9/2025) pukul 15.34 WIT.
Haji Mustaqfirin menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj maupun Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi harus dimaknai lebih dalam sebagai momentum memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta mempererat persaudaraan.
“Sesungguhnya saya diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak yang sempurna akan melahirkan kedamaian, kerukunan, dan kasih kepada sesama,” ujar Haji Mustaqfirin.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan sosial, yang sejalan dengan falsafah Fakfak yaitu satu tungku tiga batu. Menurutnya, falsafah tersebut mencerminkan persatuan dan toleransi antarumat beragama.
“Toleransi bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan. Di Fakfak, pembangunan gereja bisa dipimpin oleh panitia yang muslim, sementara pembangunan masjid bisa dipimpin panitia dari saudara non-Muslim. Inilah bukti nyata kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, Haji Mustaqfirin mengingatkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Karena itu, semangat saling menolong menjadi hal yang sangat penting demi menjaga persatuan dan kesatuan.
“Persoalan akidah adalah urusan masing-masing, tetapi dalam kehidupan sosial kita harus bergandengan tangan. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun kehidupan yang damai dan penuh persaudaraan,” tutupnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K
















