Kasih Lebih Penting dari Pengakuan

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

TEMPO TIMUR — Dalam sunyi gereja yang ramai oleh pujian, tak semua suara terdengar. Kadang yang terdengar justru adalah suara-suara yang tidak diucapkan—bisikan hati yang menghakimi diam-diam.

“Kenapa laporan keuangan tidak dibacakan?”
“Apakah ada yang disembunyikan?”

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di antara bangku-bangku kayu.
Namun tak semua jawaban perlu disuarakan keras-keras.

Bendahara itu bekerja diam-diam. Ia datang sebelum siapa pun hadir. Ia menata Mimbar, mengganti taplak,. Ia tidak membacakan laporan mingguan—bukan karena lupa, apalagi karena menyembunyikan. Tetapi karena ia percaya, bahwa kasih dan ketulusan lebih penting daripada pengakuan.

Apa artinya laporan yang dibacakan tanpa kasih?
Apa gunanya transparansi yang dipaksa, bila tidak diminta dengan hormat?

Baca Juga  Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya

Tuhan melihat hati, bukan rutinitas. Pelayanan bukan hanya apa yang tampak di mimbar, tapi juga yang disiapkan dalam keheningan.

Ayat Alkitab Terkait:

“Segala sesuatu yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Kolose 3:23

“Tuhan tidak melihat apa yang dilihat manusia; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
1 Samuel 16:7b

“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”
1 Korintus 13:4

Penutup:

Gereja yang kuat lahir dari kasih yang tulus, bukan dari lidah yang tajam.
Dan seorang bendahara yang bekerja dengan hati kepada Tuhan lebih berharga daripada laporan yang dibacakan tanpa kasih.

Baca Juga  Nilai di Balik Uang Seribu dan Lima Ratus Ribu

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page