Lawan Konglomerat Medan Bobby  Nasution Berselancar Politik

- Penulis

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Analis Politik : By Irwansyah Nasution.

Pemberitaan media tentang Bobby Nasution selaku wali kota Medan nampaknya akan terus berlanjut menghiasi head line meja-meja redaksi lokal maupun nasional dalam satu bulan ke depan di Sumut khususnya kota Medan.

Langkah Bobby Nasution yang akan meng eksekusi Center Point’ Mall Medan dengan alasan penunggakan pajak 250 milyar rupiah ke Pemko Medan.Sikap tegas sang wali kota ini memberi teguran keras bahkan mendisiplinkan dengan menyetop operasi Center Point’ Mall yang disebut direkturnya bernama Handoko Lie bukanlah langkah yang main-main di perlukan nyali dan keberanian serta pencermatan masalah secara detail termasuk persiapan yang matang baik dari segi hukum dan dampak yang di timbulkan kemudian.

Bagi publik ini merupakan tontonan sekaligus tuntunan ternyata di balik glamor kemewahan kelompok bisnis kapitalis yang selama ini melanggar aturan dan tak dapat di jamah hukum ditangan Bobby Nasution akhirnya dapat disentuh dan di tindak dan jarang terjadi di Medan.Sesuatu hal yang langka dan merupakan rahasia umum,dominasi kelompok bisnis kapitalis khususnya kota Medan yang bertagline sejak lama “ini Medan Bung”,menyiratkan kesan Bahwa di tangan Bobby supremasi bisnis konglomerat yang menyalahi aturan juga harus tunduk pada aturan.

Baca Juga  Usai Dilantik Jadi Gubernur Sumut, Bobby Nasution Pastikan Akan Selaraskan Program dengan Pemerintah Pusat

Menariknya lagi sikap tegas Boby tersebut melawan konglomerat Medan dalam situasi tahun politik yang tentu menjadi perhatian serius publik Sumatera Utara bahkan Nasional apalagi Bobby saat ini sebagai calon Sumut 1 apakah Bobby tidak merasa berdampak pada pencalonannya ?.tidakkah dalam istilah politik merangkul sebanyak banyaknya kawan ,menghindar walau satu orang lawan sebagai pilihan yang menyelamatkan ?.ini yang menarik dari talent Bobby yang unik ,sekali di ujung kekuasaan pun kebenaran harus di tegakkan sekalipun langit akan runtuh ..he.he..

PT ACK dengan brand Central Point’ Mall yang di segel Bobby beroperasi karena tidak memenuhi aturan dan menunggak pembayaran pajak retribusi sejak awal pembangunannya tahun 2011.Kehadiran Mall termegah dan terbesar di Medan ini, hadir di tengah masyarakat Medan sebelumnya menjadi buah bibir karena lahan yang di tempati nya merupakan milik PT.Kereta Api Indonesia KAI namun berubah pungsi lahan dengan berdirinya mall Center point di kuasai oleh PT ACK persoalan hukum pun mengemuka dengan tuduhan korupsi Handoko Lie di seret Pengadilan tipikor Jakarta memvonis 10 tahun penjara dan melakukan pelarian ke Singapura selama 6 tahun ia melakukan perlawanan hukum kasasi ke MA dan di vonis bebas,itulah sekelumit perjalanan tentang dinamika berdirinya Central Point’ Mall yang selalu di warnai kontroversi ini.

Baca Juga  Gubsu Bobby Nasution Tegaskan Faskes Tidak Boleh Tolak Pasien

Jika dilihat latar belakang konflik Pemko Medan yang di pimpin Bobby Nasution sebenarnya dapat memperjelas publik bahwa upaya penegakan supremasi kewenangan pemerintah terhadap Central Point’ Mall merupakan sebagai pertarungan lama dalam menegakkan wibawa hukum dan pemerintah terhadap pelanggaran mall tersebut di awali persoalan penguasaan PT KAI hingga mangkir dari retribusi pajak.

Bobby ,di akhir masa jabatannya begitu berani mengambil resiko tidak populer di mata konglomerat Medan dan jaringan-jaringan nya yang menggurita.Apa yang dilakukan Bobby dengan penagihan retribusi sebenarnya hasilnya untuk di kembalikan ke masyarakat Medan tentu bukan untuk uang kantong Bobby pribadi patut di apresiasi ,apalagi retribusi itu di kembalikan kerakyatan melalui pendapatan daerah dan kepentingan umum, menunjukkan Bobby berani berselancar politik sekalipun beresiko tidak populer bagi kaum kapitalis yang tidak suka mengikuti aturan .

Baca Juga  Tingkatkan Sinergitas Antar Daerah, Ketua DPD. KGBN Sumut Berkunjung Ke Batu Bara

Masyarakat Sumut akan dapat melihat secara jernih di balik kamar gelap mafia bisnis ada ketidak adilan yang terselubung dengan kekuasaan ,namun Bobby berani membukanya sekalipun resiko tidak populer namun bagi rakyat kebanyakan melihat inilah saat nya melihat pemimpin yang pro rakyat itu telah lahir dari pertarungan yang amat berani di mainkan Bobby Nasution,dan yang tersisa melihat kejujuran hati siapa sebenarnya pemimpin Sumut yang layak didukung penuh di Pilgubsu 2024 apa pejuang atau pecundang he..he.

Gedung Putih ,Minggu 21 Juli 2024.

Berita Terkait

Ketua Umum PW FRN Ungkap Alasan Cinta dan Dedikasinya kepada Polri
Satu Organisasi Di Nanti Bumi Nusantara, Itu FRN Counter Polri
Ketum PW FRN Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto SH, Soroti Kasus Penembakan oleh Oknum Polisi di Kalteng
Ketua DPC HNSI Batu Bara Serahkan 100 Keping Lebih Kartu BPJS Ketenagakerjaan Dari Bupati Terpilih Baharuddin dan Syafrizal
Kapolri Laporkan Penanganan Perkara ke Presiden Prabowo, Agus Flores: FRN Monitor Giat Polri Se-Indonesia
DPC HNSI Kabupaten Batu Bara Laksanakan Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Al Jam’iyatul Washliyah
Sebagian Besar Akpol diatas 96 Tidak Memahami Fast Respon, 16 Tahun Punya History
Agus Flores Nilai Polres Kendal Lambat Tangani Kasus Penyekapan dan Penganiayaan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:22 WIB

Ketua Umum PW FRN Ungkap Alasan Cinta dan Dedikasinya kepada Polri

Jumat, 13 Desember 2024 - 16:34 WIB

Satu Organisasi Di Nanti Bumi Nusantara, Itu FRN Counter Polri

Kamis, 12 Desember 2024 - 18:42 WIB

Ketum PW FRN Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto SH, Soroti Kasus Penembakan oleh Oknum Polisi di Kalteng

Kamis, 12 Desember 2024 - 17:30 WIB

Ketua DPC HNSI Batu Bara Serahkan 100 Keping Lebih Kartu BPJS Ketenagakerjaan Dari Bupati Terpilih Baharuddin dan Syafrizal

Kamis, 12 Desember 2024 - 16:48 WIB

Kapolri Laporkan Penanganan Perkara ke Presiden Prabowo, Agus Flores: FRN Monitor Giat Polri Se-Indonesia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page