Ketua Umum PW FRN Ungkap Alasan Cinta dan Dedikasinya kepada Polri

- Penulis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Tempotimur.com – Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto, SH, mengungkapkan alasan di balik kecintaannya yang mendalam terhadap Polri. Ia menegaskan bahwa darah Bhayangkara telah mengalir dalam dirinya sejak kecil, dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang erat dengan tradisi kepolisian.

“Saya lahir dan besar di keluarga Bhayangkara. Sejak kecil, kakek saya, Om Andrias Ade, yang dikenal sebagai penembak jitu dan kebanggaan Kapolri Soekarno, sering menerima tamu dari tentara dan polisi di rumahnya. Bahkan, ada istilah ‘Orang Timur harus sowan ke Om Ade sebelum masuk Sulteng’,” ujarnya.

Agus Flores, nama udara R. Mas MH Agus Rugiarto, mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap Polri juga mengalir dari garis keturunan ayahnya yang berasal dari Jawa Timur. Banyak anggota keluarga dari pihak ayahnya yang juga berprofesi sebagai polisi.

Baca Juga  Bupati Murung Raya dan DPRD Ikuti Panen Jagung Serentak

“Jadi, kental sekali coklat di darah ini,” tegasnya, merujuk pada warna seragam polisi yang identik dengan warna coklat.

Menurut Agus, kecintaan dan kedekatannya dengan Polri bukan sekadar hubungan darah, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada leluhur Bhayangkara. Ia percaya bahwa menghormati leluhur adalah bagian penting dari menjaga harmoni sosial.

“Keinginan terbesar saya adalah agar leluhur Bhayangkara tersenyum melihat kita. Jangan katakan kita tidak menghargai mereka, karena kalau begitu, negara akan sering mengalami ketimpangan,” ungkapnya penuh makna.

Agus juga menjelaskan bahwa perannya sebagai Ketua Umum PW FRN bukan hanya sekadar memantau kinerja Polri, tetapi juga meluruskan informasi yang simpang siur di masyarakat. PW FRN kerap melakukan klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi isu negatif yang dapat mencemarkan nama baik Polri.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Ajak Perangi Narkoba

“Sumbatan informasi itu kadang harus kita yang klarifikasi, biar lurus persoalannya, biar masyarakat merasa nyaman,” katanya.

Ia mengkritik perilaku oknum polisi yang arogan dan lambat dalam merespons laporan masyarakat. Menurutnya, perilaku semacam itu justru merusak citra Polri di mata publik.

“Kalau ada oknum polisi yang slow respon, dampaknya bisa panjang. Ini yang nantinya jadi biang berita buruk soal polisi. Oknum seperti itu harus malu, karena mereka merusak wadah atau tempayangnya sendiri,” tegasnya.

Untuk menghapus stigma negatif tentang Polri, Agus mengaku sering turun langsung ke masyarakat. Jika memiliki rezeki, ia tak segan-segan memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian.

“Ini yang seharusnya diperlihatkan polisi kepada rakyat. Bukan sekadar bicara, tapi memberi bukti bahwa polisi itu sebenarnya cinta kepada rakyat dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  LPRI Takalar dan LBH Suara Panrita Keadilan Soroti Pasar Pattalassang Gunakan Jalan Umum Transaksi Jual beli

Sebagai sosok yang dikenal tegas dan vokal, Agus mengaku kerap emosional jika melihat ada oknum polisi yang merusak program Kapolri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Polri bergantung pada keseriusan seluruh anggotanya.

“Saya emosional karena saya tidak mau program Kapolri dirusak oleh anggotanya sendiri. Ini soal amanah dan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” katanya dengan nada tegas.

Melalui pernyataan ini, Agus Rugiarto ingin meluruskan pandangan masyarakat dan memberikan klarifikasi atas langkah-langkah yang diambilnya. Bagi dia, penghormatan kepada leluhur Bhayangkara dan dedikasi kepada Polri adalah tugas mulia yang harus terus diperjuangkan.

Dengan posisi strategisnya sebagai Ketua Umum PW FRN, Agus berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polri dan mendorong perbaikan citra Polri di mata masyarakat. “Kita ingin Polri menjadi sahabat rakyat, bukan musuh rakyat,” pungkasnya.

(FRN)

Berita Terkait

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang
DPRD Murung Raya Studi Banding ke Surabaya untuk Perkuat Rekomendasi 2025
Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut
Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu
Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 
Bebie Ajak Kolaborasi Jaga Budaya dan Lingkungan di Murung Raya
Lapas Labuhan Ruku Gandeng Dinkes Batu Bara Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
Muscab PKB, Wabup Murung Raya Gerak Cepat ke Jakarta Bahas Pembentukan Perusda

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 21:23 WIB

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

DPRD Murung Raya Studi Banding ke Surabaya untuk Perkuat Rekomendasi 2025

Sabtu, 18 April 2026 - 11:45 WIB

Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 18 April 2026 - 11:34 WIB

Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 

Berita Terbaru

Daerah

Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:29 WIB

DPRD Murung Raya

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:23 WIB

You cannot copy content of this page