Penambang Emas Meninggal Tertimbun Material, FRN Sumut Desak Polres Madina Tangkap Pemilik Tambang

- Penulis

Sabtu, 29 Juni 2024 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mandailing Natal – Keberadaan tambang emas ilegal menggunakan mesin dompeng di desa Perbatasan Kecamatan Linggabayu Kabupaten Mandailing Natal beberapa hari ini menjadi sorotan paska adanya seorang warga penambang yang tewas akibat tertimbun material longsor.

Korban Safrizal (35) ditemukan meninggal dunia tertimbun material longsor tambang, Minggu (23/06). Paska peristiwa itu, Kepala Desa Perbatasan Jamruddin membenarkan kejadian yang menimpa salah seorang warganya itu. Ia juga mengatakan bahwa saat ini korban Safrizal telah selesai dikebumikan di TPU desa setempat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh media, Safrizal ditemukan meninggal dunia saat mencari butiran emas dengan menggunakan mesin dompeng, Minggu (23/06) sekira pukul 16.00 wib akibat tertimbun material bebatuan bercampur lumpur.

Baca Juga  Penemuan Orang Babak Belur Di Desa Suka Jaya Begini Penjelasan Polisi

Pemilik lokasi tambang emas belum diketahui siapa, begitu juga keberadaanya. Ketika Kepala Desa dikonfirmasi dia mengaku belum mendapatkan informasi akurat.

”Pemilik lokasi tambang sendiri belum bisa saya pastikan siapa yang punya, tapi akan saya cari dulu,”cetusnya.

Fast Respon Nusantara (FRN) Sumut selaku counter opinion Polri berharap agar pihak kepolisian segera mengusut siapa pemilik tambang yang ada di Desa tersebut, karena telah merenggut nyawa orang.

“Kita berharap agar pihak kepolisian segera mengusut siapa pemilik tambang tersebut, dan berharap dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,”ucap Sutan.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Madina Ipda Bagus Seto mengatakan pihaknya akan menyelidiki siapa pemilik atau pemodal tambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan mesin dompeng yang menewaskan Safrizal (35) warga Desa Perbatasan Kecamatan Linggabayu akibat tertimbun material longsoran tersebut.

Baca Juga  Tiga Unit Rumah Di Pajak Kerang Tanjung tiram Terbakar

”Laporan kejadian naas tersebut telah kita terima dari Polsek Linggabayu untuk ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan siapa pemilik Modal dan lahan tambang Illegal tersebut serta apa hubungannya dengan si korban,” ujar Bagus waktu dikonfirmasi awak Media, pada Selasa (24/06) lalu.

(tim)

Berita Terkait

Bansos Turun, Anggaran Makan-Minum Naik, Mahasiswa Banten Protes
Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar
Satu Rumah di Cirendeu Ilir Tangsel Terbakar, RW Buka Donasi untuk Korban
Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare
Sanggar Potang Iring Labuan Bajo Buka Donasi untuk Korban Gempa di Manggarai
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Desa Sentang Nibung Hangus
Angin Kencang Porak Porandakan Rumah Warga Sei Balai
Kecelakaan di Access Road Inalum Tiga Pelajar Luka-luka

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:55 WIB

Bansos Turun, Anggaran Makan-Minum Naik, Mahasiswa Banten Protes

Senin, 14 September 2026 - 14:54 WIB

Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Satu Rumah di Cirendeu Ilir Tangsel Terbakar, RW Buka Donasi untuk Korban

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Sanggar Potang Iring Labuan Bajo Buka Donasi untuk Korban Gempa di Manggarai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page