Oleh:Irwansyah Nasution
Perkembangan menarik di pilbup Batu Bara seperti yang dilansir dari tribun Medan.com Zahir ketua DPC PDIP Batu Bara mendapat surat tugas dari partai. Berbagai spekulasi selama ini yang ditunggu publik tentang siapa calon dari PDIP mulai disikapi PDIP satu persatu dengan membuat surat tugas tersebut untuk Batu Bara telah ditunjuk Ir.Zahir M AP berdasarkan surat keputusan itu, baru empat nama di Sumatera Utara mendapatkan surat tugas itu,pertanyaannya benarkah Zahir akan otomatis di calonkan PDIP untuk pilbup Batu Bara?.
Pertanyaan ini tentu berdasarkan dugaan bahwa surat ini tidak spesifik menempatkan nama Zahir sebagai calon Bupati melainkan surat tugas dalam rangka pemantapan konsolidasi tim pemenangan pilkada serentak sehingga surat penugasan itu dapat di baca sebagai strategi PDIP membaca situasi politik di di masing-masing daerah dan tentu hal yang wajar ketua DPC mendapat surat tugas tersebut membentuk tim pemenangan, dan tidak otomatis menjadi calon dengan pertimbangan dinamika politik itu selalu berubah-ubah.
Langkah PDIP ini sebagai langkah yang tepat mengingat pilkada serentak ini adalah urat nadi partai untuk tetap eksis berkiprah di setiap pemilu sebagai penyokong kekuatan partai jika kadernya menguasai berbagai posisi strategis di pemerintahan,hingga diperlukan informasi sebanyak banyaknya tentang situasi dan dinamika politik di satu daerah termasuk Batu Bara siapakah yang layak di usung semuanya dengan dasar pertimbangan situasi dan kondisi calon dan lingkungan dinamika politik daerah tersebut apakah menguntungkan bagi PDIP baik dari segi peluang ,tantangan,kekuatan dan juga kelemahan. Semua pasti di perhitungkan dengan cermat.
Ditunjuknya Zahir sebagai petugas dalam surat tersebut bukan berarti ia kehilangan kesempatan menjadi calon dari PDIP ,tapi setidaknya kita dapat memahami arus berpikir PDIP sebagai sebuah strategi,bisa jadi Zahir akan di tetapkan kemudian sepanjang kinerjanya beberapa bulan ke depan melaksanakan surat tugas tersebut ternyata signifikan dilaksanakan sesuai arahan ketua umum PDIP untuk mempercayai nya kembali di tetapkan ,atau ada calon lain dari luar PDIP jadi disinilah Politik itu di sebut art of possible ,seni meraih kemungkinan.
Namun dari surat tugas tersebut dapat di sebut sebagai pengangkat moral Zahir karena masih di beri kepercayaan di tengah tengah tekanan proses hukum dan politik yang di dera nya bertubi tubi menjadikan lebih kuat dan matang dalam mengelola dinamika politik,dan ini sebuah pembelajaran penting bagi setiap aktor politik yang berada di posisi puncak.
Bagaimanakah publik Batu Bara dalam merespon keputusan tersebut jika sebatas penugasan bukan penetapan calon dari PDIP ?.
Pilkada itu sebuah proses politik yang di dahului oleh sikap partai tentang siapa yang ditetapkan atau siapa yang gagal dari para calon tersebut tentu tidak menjadi soal karena pertarungan yang sesungguhnya ada ditangan rakyat yang memilih para calon itu yang bisa menguntungkan atau merugikan partai itu bila yang ditampilkannya tidak dikehendaki rakyat kembali that ist logic.
Dalam dunia politik ada semacam tarik menarik yang tidak kelihatan namun dapat dirasakan manakala telah terjadi ,sehingga perlu kecermatan dalam mengambil sikap atas sebuah peristiwa politik tidak cepat menyimpulkan sekaligus harus punya pengetahuan dalam menyimpulkan agar tidak disebut publik hoach,pembohongan publik karena mencermati sesuatu perlu dengan ilmunya bukan.he..he..
Gedung Putih,Sabtu 1 Juni 2024
Pengamat Sosial Politik Dan Kebijakan Publik LKPI.






















