BATU BARA | TEMPO TIMUR – Emak – emak yang ikut dalam aksi demo Relawan Pendukung Zahir mengaku telah dibohongi oleh oknum kelompok yang akan melakukan aksi tandingan depan kantor Bupati Batu Bara, Jumat (6/10/2023).
Menurut Emak – emak saat dikonfirmasi awak media di lapangan bola kaki limapuluh seusai menyampaikan orasi, sejumlah emak-emak dari Kecamatan Nibung hangus mengaku dirinya tidak mengetahui akan di ajak demo.
”Nggak tau kalau mau diajak demo, katanya mau rapat untuk pemilu di Pendopo simpang dolok, setelah sampai katanya kekantor bupati, ternyata di ajak kesini, kalau tau kami tidak mau ikut, “ujar emak-emak kepada salah seorang awak media.
Dari amatan Media di lokasi terlihat Ratusan Relawan Pendukung Zahir yang tergabung dari beberapa Rekanan Proyek, Aktivis, masyarakat sipil, Ormas, Pungsionaris Partai dan beberapa Pentolan Gemkara serta Bacaleg dari Kader Partai PDI Perjuangan.
Dalam orasinya di depan Kantor Bupati Batu Bara, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, massa aksi meminta “Tangkap Penyebar Fitnah Terhadap Bupati Zahir”. Massa Relawan Pendukung Zahir, menilai apa yang ditudingkan Aksi massa sebelumnya adalah Fitnah dan tidak bisa dibuktikan.
“Terakait uang yang dilarikan eks mantan Kaban BPBD Batu Bara itu bukan uang Pemkab, tapi uang para pemborong proyek yang kaya, “sebutnya.
Terpisah, ketika disinggung masalah honor, Emak – emak mengaku ada menerima uang dari salah seorang (Red) sebesar Rp 70.000 ( tujuh puluh ribu rupiah) sembari mengirimkan Photo uang pecahan 50 ribu 1 lembar serta pecahan uang 10 Ribu sebanyak 2 lembar ke nomor Whatsapp salah seorang awak media.
Diketahui, sebelum menuju kantor Bupati Batu Bara massa aksi berkumpul di Pendopo perjuangan Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.
(Red)




