JAKARTA – Budaya Betawi yang berkembang di Jakarta memiliki akar yang kuat dengan budaya Melayu. Sejumlah tradisi seperti palang pintu, pantun, dan silat menjadi bukti kedekatan kedua rumpun masyarakat ini. Bahkan dari segi kuliner pun terdapat persamaan yang mencolok.
Palang pintu merupakan tradisi khas Betawi yang menggabungkan seni silat, pantun berbalas, dan dialog. Tradisi ini memiliki kemiripan dengan adat Melayu dalam upacara pernikahan, di mana pantun juga digunakan sebagai sarana komunikasi dan penyampaian nasihat. Begitu pula dengan seni silat, Betawi memiliki aliran seperti Beksi dan Cingkrik, sementara Melayu memiliki Silat Tua dan Silat Harimau yang sama-sama berasal dari akar pencak silat Nusantara.
Dari sisi kuliner, nasi uduk khas Betawi dan nasi lemak khas Melayu memiliki bahan dasar yang sama yaitu beras yang dimasak dengan santan. Perbedaan utama terletak pada lauk pauk dan sambal pendampingnya. Persamaan ini menunjukkan adanya pertukaran budaya dan selera masyarakat pesisir di Nusantara.
Sejarawan budaya menyebut masyarakat Betawi terbentuk dari percampuran berbagai suku, dengan unsur Melayu sebagai salah satu unsur dominan. Hal ini terjadi karena Jakarta atau Batavia dahulu menjadi pusat perdagangan dan tempat merantaunya berbagai suku, termasuk Melayu dari Sumatra, Riau, dan Kepulauan. Karena itulah Betawi sering disebut sebagai “Melayu yang ada di perantauan” dengan adaptasi sesuai letak geografis di Pulau Jawa.
Kedekatan budaya ini menegaskan bahwa Betawi dan Melayu merupakan bagian dari rumpun Melayu Nusantara. Meskipun dipisahkan oleh pulau dan memiliki penamaan berbeda, keduanya menjunjung nilai yang sama: menjaga adat, menguatkan silaturahmi, dan melestarikan warisan leluhur. “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” menjadi falsafah yang hidup di kedua komunitas tersebut.
REFERENSI:
1. Lance Castaneda. The Arts of Betawi: Palang Pintu and Silat. Journal of Southeast Asian Performing Arts, 2019.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia: Kuliner Betawi dan Melayu, 2021.
3. Alwi Shahab. Betawi: Masyarakat dan Kebudayaannya. Jakarta: Masup Jakarta, 2018.
Penulis : R Ramadhan

















