1005 M: Ketika Dunia Berjalan di Dua Kecepatan Berbeda

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

PERISTIWA — Tahun 1005 Masehi memperlihatkan wajah dunia yang sangat berbeda-beda. Di satu sisi ada wilayah yang porak-poranda karena perang dan bencana. Di sisi lain ada wilayah yang justru sedang naik daun dalam ilmu, dagang, dan seni. Tahun ini menjadi bukti bahwa sejarah tidak berjalan seragam di setiap benua.

 

Di benua Eropa, abad ke-11 masih suram. Kekaisaran Romawi Suci di bawah Kaisar Heinrich II sibuk dengan politik gereja dan ekspedisi militer ke Polandia. Sementara itu Inggris mengalami masa paling kelam. Di bawah Raja Æthelred II, negeri itu dihantam “The Great Famine” selama dua tahun. Gagal panen dan wabah membuat ribuan orang meninggal. Belum cukup, ancaman Viking memaksa kerajaan membayar “Danegeld” atau upeti mahal demi keamanan.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat Fakfak Tengah, Maximus Tanggahma, Wafat di RSUD Fakfak

 

Berbanding terbalik, Dunia Islam justru bersinar. Meski Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad hanya simbolis di bawah Khalifah Al-Qadir, pusat ilmu tetap hidup. Dinasti Buwaihi yang berkuasa mendukung para cendekiawan. Di Kairo, Khalifah Al-Hakim dari Fatimiyah membangun Masjid Al-Hakim dan Perpustakaan Darul Hikmah. Di timur, Sultan Mahmud dari Ghazna memulai penaklukan ke India. Dari sinilah Islam mulai masuk dan berakar kuat di anak benua India.

 

Asia Timur mencatat sejarah damai. Kaisar Zhenzong dari Dinasti Song menandatangani “Perjanjian Chanyuan” dengan Dinasti Liao. Perjanjian ini menghentikan perang dan membuka 100 tahun stabilitas bagi Tiongkok untuk maju di bidang ekonomi dan teknologi. Di waktu yang sama, Dinasti Chola di India Selatan di bawah Raja Rajaraja I menguasai lautan dengan armada dagangnya. Di Jepang, masa Heian melahirkan karya sastra legendaris “The Tale of Genji” di istana Kaisar Ichijo.

Baca Juga  Tiga Rumah Dinas SD Negri 11 Tanjung tiram Dilalap Sijago Merah

 

Nusantara juga tidak ketinggalan. Tahun 1005, Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah masih kuat di bawah Raja Dharmawangsa Teguh. Beberapa tahun kemudian pusatnya baru pindah ke Jawa Timur. Di Sumatra, Kerajaan Sriwijaya terus berjaya sebagai poros perdagangan dunia. Dengan menguasai Selat Malaka, Sriwijaya menjadi penghubung dagang antara Tiongkok, India, dan Arab. Para ahli sejarah menyebut 1005 sebagai tahun kontras: saat Eropa terpuruk, Asia dan Dunia Islam justru meletakkan fondasi peradaban baru.

 

Referensi:

1. Durant, Will. _The Age of Faith_. Simon & Schuster, 1950.

2. Hansen, Valerie. _The Open Empire: A History of China to 1600_. W.W. Norton, 2000.

3. Bosworth, C.E. _The Ghaznavids_. Edinburgh University Press, 1963.

Baca Juga  Gunung Raung Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 3.732 Meter di Atas Permukaan Laut

4. Hall, D.G.E. _A History of South-East Asia_. Macmillan, 1981.

5. National Geographic History. “The World in 1005”. Edisi Khusus Abad Pertengahan.

 

 

Penulis : Red

Berita Terkait

BPBD Batu Bara Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban di Pangkalan Dodek
Karhutla Kembali Melanda Bomberay, Polisi Berjibaku Cegah Api Capai Permukiman
Bentrok di Matraman Dalam, 1 pemuda tewas 7 orang ditetapkan tersangka
Hari keempat, nelayan Batu Bara masih hilang di perairan Pulau Berhala
Seorang Warga Nibung Hangus Tewas Tertimpa Pohon Kelapa
Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Jalinsum Lima Puluh, Satlantas Polres Batu Bara Lakukan Penanganan
Ribuan Penonton Padati Malam Pesona Budaya Batu Bara, Bupati dan Wakil Beri Apresiasi Jempol
Keluarga Kenang Nataniel D. Mandacan sebagai Pribadi Disiplin dan Teguh Prinsip, Kepergiannya Tinggalkan Duka Mendalam

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:09 WIB

1005 M: Ketika Dunia Berjalan di Dua Kecepatan Berbeda

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:53 WIB

BPBD Batu Bara Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban di Pangkalan Dodek

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Karhutla Kembali Melanda Bomberay, Polisi Berjibaku Cegah Api Capai Permukiman

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:37 WIB

Bentrok di Matraman Dalam, 1 pemuda tewas 7 orang ditetapkan tersangka

Senin, 27 Juli 2026 - 00:04 WIB

Hari keempat, nelayan Batu Bara masih hilang di perairan Pulau Berhala

Berita Terbaru

Peristiwa

1005 M: Ketika Dunia Berjalan di Dua Kecepatan Berbeda

Minggu, 2 Agu 2026 - 01:09 WIB

Opini

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Sabtu, 1 Agu 2026 - 11:52 WIB

You cannot copy content of this page