MRPB Dorong Model Baru Pembangunan Papua Barat Berbasis Afirmasi dan Legitimasi Adat

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA — Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) mendorong lahirnya model baru pembangunan Papua Barat berbasis afirmasi dan legitimasi adat melalui pengembangan kampung wisata berbasis masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Gagasan tersebut disampaikan Wakil Ketua I MRPB, Melbianus Raymond Mandacan, saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi strategis ke Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 11.00 WIB itu, Melbianus diterima langsung oleh Sugito di ruang kerjanya.

 

Pertemuan tersebut membahas konsep strategis MRPB bertajuk “Penguatan Pembangunan Afirmasi Papua Berlegitimasi Adat melalui Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Masyarakat Adat di Papua Barat.”

 

Audiensi berlangsung hangat dan konstruktif dengan fokus pada upaya membangun paradigma pembangunan Papua yang lebih humanis, partisipatif, dan berakar pada legitimasi sosial masyarakat adat.

 

Melbianus menjelaskan bahwa pembangunan Papua selama ini perlu terus disempurnakan melalui pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat adat Papua.

Baca Juga  Asahan Tuan Rumah Perayaan Natal GMKI Wilayah I SUMUT- NAD

 

Menurutnya, pembangunan Papua ke depan perlu diarahkan pada penguatan masyarakat kampung, pemberdayaan generasi muda Papua, perlindungan budaya dan wilayah adat, penguatan ekonomi masyarakat lokal, serta pembangunan yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat Papua sendiri.

 

“Pembanguan akan lebih kuat apabila masyarakat adat merasa menjadi bagian langsung dalam proses pembangunan tersebut,” kata Melbianus.

 

Karena itu, MRPB menawarkan konsep “Pembangunan Afirmasi Papua Berlegitimasi Adat”, yakni pendekatan yang menempatkan masyarakat adat bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku utama pembangunan.

 

Dalam kesempatan tersebut, MRPB juga mengusulkan dua kampung di Papua Barat sebagai percontohan pembangunan wisata berbasis masyarakat adat, yaitu:

Kampung Bremi, Kabupaten Manokwari, sebagai model kampung wisata pesisir berbasis masyarakat adat Papua.

Baca Juga  Sambut Kegembiraan HUT RI Ke 78 Walikota Tanjungbalai Lepas Peserta Pawai Obor

 

Kampung Jim, Kabupaten Pegunungan Arfak, sebagai model kampung wisata pegunungan dan danau berbasis masyarakat adat Papua.

 

Kedua kampung tersebut dinilai memiliki potensi wisata alam yang kuat, kekayaan budaya adat, kehidupan sosial masyarakat yang khas, serta peluang pengembangan ekonomi berbasis kampung.

 

Melalui model tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya Papua, menjaga kelestarian lingkungan, membuka lapangan kerja bagi generasi muda Papua, serta menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan.

 

Gagasan yang dibawa MRPB mendapat sambutan positif dari Kemendes PDT RI. Dalam pertemuan itu, pihak kementerian menilai pembangunan Papua ke depan perlu semakin mengedepankan pendekatan afirmatif yang berbasis sosial, budaya, dan legitimasi masyarakat adat.

 

Kemendes PDT juga menilai pembangunan Papua tidak cukup hanya dipahami sebagai pembangunan fisik semata, tetapi perlu diperkuat melalui pembangunan sumber daya manusia, kaderisasi generasi muda, penguatan sosial budaya, serta pemberdayaan masyarakat kampung secara berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Bak Dato’ Zaman Kerajaan dalam PSBD VII, Ribuan Warga Padati Lapangan Inderapura

 

MRPB menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua Barat memerlukan koordinasi lintas lembaga antara pemerintah pusat dan daerah. Sebagai lembaga kultur Orang Asli Papua, MRPB memiliki fungsi sosial-kultural, representatif, dan penguatan aspirasi masyarakat adat.

 

Karena itu, sinergi antarlembaga serta penyamaan visi pembangunan dinilai penting untuk menghadirkan pembangunan Papua yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

 

Gagasan yang diusung MRPB juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda pembangunan dari tingkat bawah dan kampung guna mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Pertemuan MRPB dan Kemendes PDT RI tersebut dipandang sebagai momentum penting dalam membangun paradigma baru pembangunan Papua yang lebih humanis, partisipatif, berbasis masyarakat adat, serta berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

 

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional
Perkuat Barisan Entomolog, Dinkes Batu Bara dan Dinkes Sumut Gelar Pelatihan Surveilans Vektor
Waspada Malaria dan Hanta Virus, Dinkes Batu Bara Gandeng Labkesmas Medan Ambil Sampel di Tanjung Tiram
Cegah Stunting dari Dapur, Dinkes Batu Bara Bekali Kader Olah PMT Pangan Lokal
Brian Rumi Usulkan Youth Camp GPdI Diperpanjang Menjadi Sepekan untuk Cetak Generasi Pemimpin dan Wirausaha
DPD BAPERA Batu Bara Tegaskan Tolak Berita Bohong dan Dukung Lapas Labuhan Ruku Jalankan Pembinaan
Camat Tanjung Tiram Akan Beri Pembinaan Disiplin kepada Pj Kades Bagan Dalam
Puskesmas Kedai Sianam Disupervisi, Dinkes Batu Bara Benahi Mutu Layanan Gizi

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:54 WIB

Perkuat Barisan Entomolog, Dinkes Batu Bara dan Dinkes Sumut Gelar Pelatihan Surveilans Vektor

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:45 WIB

Waspada Malaria dan Hanta Virus, Dinkes Batu Bara Gandeng Labkesmas Medan Ambil Sampel di Tanjung Tiram

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Cegah Stunting dari Dapur, Dinkes Batu Bara Bekali Kader Olah PMT Pangan Lokal

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:52 WIB

Brian Rumi Usulkan Youth Camp GPdI Diperpanjang Menjadi Sepekan untuk Cetak Generasi Pemimpin dan Wirausaha

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page