MANOKWARI — Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat melakukan penataan sekaligus pengecekan fasilitas pada tiga pos penjagaan di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas pendukung keamanan berfungsi optimal menjelang penguatan sistem pengamanan di kawasan perkantoran pemerintah itu.
Pengecekan dipimpin Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Papua Barat, Ivon Polhaupessy, SE., M.Si., didampingi Kasubag Urusan Dalam Daniel Apang, ST., MM., bersama sejumlah staf.
Tiga pos yang diperiksa terdiri dari dua pos di bagian depan Kantor Gubernur Papua Barat dan satu pos di area belakang kantor.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., untuk memastikan kesiapan fasilitas penunjang bagi petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam.
Dalam peninjauan tersebut, tim memeriksa kondisi bangunan serta berbagai fasilitas dasar, seperti instalasi listrik, penerangan, wastafel, kamar mandi, hingga kelayakan ruang jaga.
“Seluruh fasilitas harus dipastikan berfungsi dengan baik karena pos ini digunakan selama 24 jam, bukan hanya pada jam kerja kantor,” ujar Ivon kepada jurnalis TempoTimur.com melalui sambungan WhatsApp di sela-sela peninjauan.
Menurut Ivon, kesiapan fasilitas sangat penting guna mendukung aparat keamanan maupun personel Polri yang nantinya terlibat dalam pengamanan Kantor Gubernur Papua Barat. Kondisi pos yang layak dinilai akan meningkatkan efektivitas petugas dalam menjalankan tugas pengamanan.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah fasilitas yang memerlukan perhatian, terutama pada aspek penerangan dan sanitasi.
Beberapa titik lampu dilaporkan tidak berfungsi optimal, sementara fasilitas lainnya mulai mengalami penurunan kondisi akibat intensitas penggunaan.
Ia menambahkan, pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi kendala saat sistem pengamanan diberlakukan penuh selama 24 jam.
“Kami ingin memastikan personel yang berjaga merasa nyaman dan fasilitas dasar tersedia dengan baik,” katanya.
Selain memastikan fungsi fasilitas, peninjauan juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan tambahan di masing-masing pos penjagaan.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar perbaikan dan pengadaan fasilitas penunjang keamanan di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat.
Penguatan sistem penjagaan dinilai penting karena kompleks Kantor Gubernur Papua Barat merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Papua Barat.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K

















