SORONG — Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Alfa Omega Sorong, Alexander Maniani, menyampaikan apresiasi sekaligus evaluasi terhadap pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026.
Saat dikonfirmasi jurnalis Tempo Timur.com melalui WhatsApp, Sabtu (9/5/2026) pukul 00.42 WIT, Alex Maniani mengatakan bahwa masyarakat Papua tetap bangga terhadap perjuangan Persipura meski hasil pertandingan menuai polemik.
“Pertama, patut kita naikkan syukur kepada Tuhan Yesus karena atas berkat-Nya Persipura masih tetap menjadi kebanggaan orang Papua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, official, pelatih, dan sponsor yang telah mendukung perjuangan Persipura. Menurutnya, pelatih Rahmad Darmawan telah memberikan penampilan terbaik bagi tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut.
“Salut dan hormat saya untuk tim Persipura, official, pelatih Rahmad Darmawan, serta semua pihak yang terus mendukung perjuangan tim ini,” katanya.
Alex menegaskan bahwa Persipura memiliki arti penting bagi masyarakat Papua. Karena itu, ia berharap klub kebanggaan Tanah Papua tersebut dapat kembali berlaga di Liga 1 Indonesia.
“Persipura adalah nyawa dan jati diri orang Papua. Kami sangat berharap Persipura bisa kembali ke Liga 1,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan, Alex juga menyoroti evaluasi teknis permainan Persipura, terutama pada penyelesaian akhir yang dinilai kurang maksimal meski tim memiliki sejumlah peluang emas.
Di sisi lain, ia turut mengkritisi kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, keputusan terkait gol yang dicetak Adilson da Silva menjadi salah satu pemicu protes suporter karena tayangan Video Assistant Referee (VAR) tidak diperlihatkan secara jelas kepada publik.
“Jika itu onside atau offside, seharusnya ditayangkan melalui VAR agar semua pihak dapat menerima keputusan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menilai terdapat beberapa keputusan kontroversial lain, termasuk dugaan handsball pemain Adhyaksa FC yang tidak mendapat respons dari wasit.
Kondisi tersebut, kata dia, memicu kekecewaan para pendukung Persipura hingga berujung kericuhan dan kerusakan di stadion.
Alex berharap sepak bola Indonesia ke depan dapat semakin baik dan profesional. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pertandingan oleh pihak-pihak yang berwenang agar kepercayaan publik terhadap kompetisi sepak bola nasional tetap terjaga.
“Kami berharap ada evaluasi khusus dari para ahli sepak bola nasional agar keutuhan dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sepak bola Indonesia tetap terjaga Tuhan Yesus Kristus Memberkati ,” tutupnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K






















