
BATU BARA, TEMPOTIMUR.COM — Proses perekrutan tenaga kerja di Dapur Makanan Bergizi (MBG) yang berlokasi di Lingkungan III, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Warga menilai pengelola tidak memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, Minggu 26/4/2026,
Sejumlah warga mengaku sebelumnya menaruh harapan besar terhadap keberadaan dapur MBG sebagai sumber lapangan pekerjaan. Namun, harapan tersebut belum terwujud setelah proses perekrutan berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Lingkungan III Kelurahan Labuhan Ruku, Juanda, menyampaikan bahwa pihaknya sempat diminta mendata warga yang berpotensi dipekerjakan di dapur tersebut sebelum pembangunan dimulai. Namun, setelah bangunan selesai, tidak satu pun dari data yang diajukan diterima bekerja.
“Awalnya kami diminta menyerahkan data warga untuk direkrut. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut, dan tidak ada nama nama yang masukan diterima,” ujar Juanda.
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya, AZ. menilai kebijakan perekrutan tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), tenaga kerja atau relawan dalam program Makan Bergizi Gratis seharusnya direkrut dari wilayah sekitar dapur.
“Kebijakan itu untuk memastikan keamanan pangan, mempermudah pengawasan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya.
AZ menambahkan, apabila pengelola tetap merekrut tenaga kerja dari luar wilayah, maka berpotensi dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis hingga pembatalan kerja sama.
Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk turun tangan mengevaluasi proses perekrutan tenaga kerja di dapur MBG tersebut.
Selain itu, ia juga mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap perizinan lokasi bangunan dan status hibah tanah yang digunakan.
(Tim)
















